Corona Masuk Indonesia
Menkes Terawan Heran Heboh Virus Corona, Sebut Flu yang Biasa Menjangkiti Masyarakat Lebih Berbahaya
"Padahal kita punya flu yang biasa terjadi pada kita, batuk pilek itu angka kematiannya lebih tinggi dari yang ini corona tapi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Virus Corona yang mulai menyebar semakin luas dan menjangkit banyak orang membuat publik cemas.
Ketakutan akan terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, China ini ikut menghantui masyarakat Indonesia.
Ditambah lagi, telah ada 2 orang WNI yang positif terjangkit Virus Corona atau Covid-19.
Hal ini turut membuat masyarakat Indonesia panik dan paranoid, meski sudah banyak sosialisasi yang disebarluaskan guna menangkal penyebaran virus yang telah membunuh lebih dari 3000 orang ini.
Banyak yang mencoba menenangkan dengan mengungkapkan fakta jika imunitas merupakan gerbang penularan Virus Corona.
jika imunitas tubuh sehat, maka Corona tak akan menginfeksi tubuh kita.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, pun mengaku heran melihat hebohnya respons publik usai ada dua warga Depok yang positif terinfeksi virus Corona.
• UPDATE Virus Corona di Indonesia, 13 Orang Kini Suspect Covid-19 | 4 Kontak Langsung Pasien Corona
• FOTO Pemandangan Langka Kabah saat Ditutup Sementara Pemerintah Arab Saudi Karena Antisipasi Corona
• Daftar 88 Negara Positif Diserang Virus Corona di Dunia
Mengutip dari Kompas.com, Terawan mengatakan, publik seharusnya tidak perlu khawatir, karena penyakit flu yang biasa menjangkiti warga Indonesia justru mempunyai angka kematian lebih tinggi daripada virus Corona.
"Padahal kita punya flu yang biasa terjadi pada kita, batuk pilek itu angka kematiannya lebih tinggi dari yang ini corona tapi kenapa ini bisa hebohnya luar biasa," ujar Terawan di Kantor Kemenkes, Senin (2/3/2020).

Seolah mengerti dua penyakit tersebut akan dibandingkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun membeberkan perbedaan di antara keduanya.
Menurut WHO, penyakit flu "tak ada apa-apanya" dibandingkan dengan Covid-19.
Mengutip dari Reuters, Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menjelaskan bahwa virus corona lebih mematikan bila dibandingkan dengan flu.
Sebab, hingga saat ini, angka kematian pengidap flu hanya di bawah 1 persen, sedangkan pasien yang meregang nyawa akibat virus corona sudah mencapai 3,4 persen.
"Kesimpulannya Covid-19 menyebar tidak lebih efisien dibanding flu, transmisinya tidak didorong oleh orang-orang yang tidak sakit," ujar Tedros, Rabu (4/3/2020).
Meski begitu, Tedros meyakini masih ada cukup waktu untuk menghentikan virus mematikan ini.
Ia pun berharap Covid-19 tidak akan menjadi penyakit musiman laiknya influenza di pesawat.
"Menyebabkan gejala yang lebih parah dari flu, belum ada vaksin atau obatnya, dan masih bisa dikendalikan," pungkasnya.

Lebih dari 53 ribu orang sembuh dari Virus Corona
Perkembangan terbaru korban meninggal dunia akibat virus corona mencapai 3348 orang.
Jumlah korban meninggal akibat virus corona ini sejalan dengan jumlah pasien yang sembuh yang mencapai 53.457 pasien.
Kabar terbaru ini menambah angka jumlah pasien terinfeksi yang total mencapai 97.381 kasus.
Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Jumat (6/3/2020) merupakan data terbaru perihal penyebaran virus corona yang telah menyebar ke lebih dari 76 negara.
Hingga saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menentukan inang perantara virus corona yang meningkatkan risiko kekambuhan.
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi)
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Menkes Terawa: Flu Lebih Bahaya dari Virus Corona dan Angka Kematian Lebih Tinggi, Ini Kata WHO