Kunker Komisi V DPR RI ke Kubu Raya, Sorot Masalah Penyediaan Air Bersih

Hal ini disampaikan Muda saat Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja reses, dan meninjau langsung lokasi

Tribunpontianak.co.id/Muzammilul Abrori
Muda bersama anggota Komisi V DPR RI saat melakukan kunjungan kerja reses, dan meninjau langsung lokasi pengolahan air PDAM Tirta Raya Kubu Raya, pada Kamis (5/3/2020). 

KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyebutkan bahwa, Kabupaten Kubu Raya yang merupakan wilayah interline kota dengan perkembangan penduduk yang sangat cepat, akan berdampak kepada pelayanan masyarakat, terlebih pada penyediaan sumber air bersih.

Hal ini disampaikan Muda saat Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja reses, dan meninjau langsung lokasi pengolahan air PDAM Tirta Raya Kubu Raya, pada Kamis (5/3/2020).

"Karena bagaimanapun di Kubu Raya sebagai interline kota dengan perkembangan penduduk yang sangat cepat, menentukan juga pengaruh kepada pelayanan masyarakat ini," ucap Muda.

Saat ini saja dikatakan Muda, unit IPA di Sungai Raya ini memang sangat perlu mendapat perhatian mengingat jumlah pelanggannya yang sudah melampaui batas maksimal.

Dengan produksi air sebanyak 180 liter per detik, kata Muda, IPA Sungai Raya sebenarnya hanya mampu mengalirkan air bersih kepada 12.600 pelanggan.

Bupati Kubu Raya Harap Lomba Mewarnai Anak PAUD Bangkitkan Semangat Generasi Muda

Namun, karena banyaknya permintaan sambungan, IPA Sungai Raya akhirnya dipaksakan untuk melayani sebanyak 16.000 pelanggan.

"Kita sudah over sekarang ini, sudah memaksakan, yang misalnya tadinya hanya bisa 12000 dipaksakan jadi 16000 sekarang ini," ungkap Muda mencontohkan.

Dengan kondisi tersebut dikatakan Muda pun hal itu sangat memengaruhi distribusi dan kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan.

Ia berharap dengan adanya kunjungan kerja reses dari Komisi V DPR RI, masalah pasokan air bersih dapat terbantu, dan dirinya pun berharap yang tadinya hanya bisa melayani 22 persen bisa meningkat.

"Setelah dikunjungi dan diselesaikan dengan baik itungannya, insyaallah tadi komitmen dari kemen pupr dan juga komisi lima juga akan mengawal, untuk bisa mengawal alokasi bisa mendirikan pipa dan juga sekaligus untuk jaringan pipa sekalian. Yang masih 20 sekian persen itu usahakan kalau bisa meningkat sampai 40 persen, dan seterusnya," katanya.

Selain itu pula, setelah Kunker inipun pihak Komisi V DPR RI meminta untuk pembebasan lahan minimal 50x100, yang nantinya akan digunakan untuk membangun IPA baru.

"Dan itu kita optimis kita sudah bisa, dan alokasinya tahun depan," terangnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved