Berapa Lama Pemulihan Organ Dalam Rahim Setelah Melahirkan?
Bukan tanpa alasan, pasti seorang perempuan ingin mempercepat proses pemulihannya agar bisa beraktivitas seperti sedia kala.
Banyak ibu yang bertanya berapa lama pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan.
Pertanyaan ini seringkali terbesit di benak namun sungkan untuk ditanyakan.
Proses persalinan setiap ibu juga pasti beda-beda.
Ada yang normal ada yang melalui proses operasi caesar.
Meski begitu, ternyata mengetahui berapa lama pemulihannya sangat penting lho.
Bukan tanpa alasan, pasti seorang perempuan ingin mempercepat proses pemulihannya agar bisa beraktivitas seperti sedia kala.
• Apa Benar Anak Lahir Tak Dicukur Botak Haram Menginjakkan Kaki ke Makkah?
Seperti yang pernah ditulis di Nakita.id, proses pemulihan organ dalam usai melahirkan normalnya, sejak hari pertama melahirkan secara alami sampai waktu 40 hari.
Saat masa itu, seorang ibu akan mengalami periode masa nifas; yakni perdarahan sisa-sisa dari proses persalinan.
Pada minggu pertama masa nifas, darah yang keluar berwarna merah segar (lochia rubra).
Setelahnya, selama dua minggu, warna darah yang keluar berubah menjadi kecokelatan dan kekuningan (lochia sanguinolenta).
Berikutnya, mulai keluar lendir-lendir putih bening atau agak kuning (lochia alba).
Masih berkaitan dengan itu, hari kedua atau ketiga setelah melahirkan, selain ASI mulai keluar, ibu juga akan mengalami kontraksi-kontraksi kuat yang berdampak terhadap mengecilnya rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.
Ukuran rahim yang pada saat hamil besarnya cukup untuk kapasitas janin seberat 3-4 kg, begitu melahirkan akan mengecil menjadi hanya sekitar 2 kepalan tangan laki-laki dewasa.
Sekitar dua minggu kemudian, rahim akan mengecil lagi menjadi satu kepalan tangan hingga menjadi sebesar telur ayam sampai akhirnya tak lagi dapat teraba dari perut.
Bila tak ada masalah, proses mengecilnya rahim ini berlangsung sekitar 40 hari.
Lantaran itulah, seminggu setelah persalinan, perlu dilakukan pemeriksaan ulang.
Salah satunya untuk melihat terjadi tidaknya kontraksi dan bersih tidaknya rahim dari sisa-sisa darah pascapersalinan.
Kontraksi menjadi penting karena tanpa adanya kontraksi-kontraksi yang kuat, ibu dapat mengalami ancaman perdarahan pascamelahirkan.
Sementara itu, pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan juga meliputi pemeriksaan kondisi fisik rahim ibu pada masa nifas, yang umumnya akan dilakukan dokter satu minggu hingga satu bulan setelah Moms melahirkan.
Bagaimana pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan sesar?
Sama dengan normal, ibu yang bersalin sesar pun akan mengalami periode masa nifas selama 40 hari.
Hanya saja, proses kesembuhan organ-organ bagian dalam sedikit berbeda karena persalinan sesar dilakukan dengan membuka lapisan demi lapisan perut, dari otot perut, dinding perut, hingga dinding rahim.
Karena pada lapisan-lapisan yang dibuka tersebut dilakukan proses penjahitan, kondisi ini akan berdampak pada masa nifas yang cenderung lebih lama sekitar 2-3 bulan.
Jadi bagi ibu pascaoperasi caesar, jika sampai 3 bulan masih keluar darah vlek, bisa dianggap normal, namun sebaiknya tetap melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan.
"Mengeringnya" bekas jahitan salah satunya dipengaruhi oleh jenis benang yang digunakan.
Ada benang yang terbuat dari protein sintentis yang dapat langsung diserap tubuh.
Namun pada beberapa orang, benang jenis ini berisiko menimbulkan alergi dan reaksi penolakan jaringan.
Pada kondisi ini, tubuh yang menolak bahan protein tersebut justru tidak dapat menyerap benang dengan baik sehingga benang malah bisa keluar dan membuat jahitan terbuka.
Pada bagian kulit luar, reaksi alergi umumnya akan menimbulkan rasa gatal yang akan mengakibatkan infeksi jika terus digaruk.
Sederhananya, benang jenis ini sering kali membuat bekas jahitan lama mengering.
Karena alasan tadi, beberapa dokter lebih memilih benang yang harus dilepas atau diangkat dari jahitannya karena risiko alerginya lebih rendah.
Dengan benang ini umumnya jahitan akan mengering (dan benangnya diangkat) dalam waktu 10-14 hari.
Sehingga, pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan akan lebih cepat.
Faktor lain yang memengaruhi cepat tidaknya jahitan mengering adalah daerah jahitan.
Kesembuhan setiap lapisan perut hingga ke rahim yang "dibuka" saat sesar memiliki masa yang berbeda-beda.
Pada bagian kulit luar biasanya jahitan sudah akan mengering dalam periode 2 minggu.
Sedangkan jahitan pada lapisan otot dalam akan menyatu dalam waktu satu bulan.
Untuk kembalinya semua jaringan otot yang terdalam hingga lapisan bawah pelindung otot untuk menyatu kembali menjadi seperti sebelum operasi sesar memerlukan waktu hingga 4-6 bulan.
Sementara itu, melansir Flo Health, pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan juga bisa dilakukan di rumah dengan beberapa cara:
1. Lakukan senam kegel secara teratur
Senam kegel membantu menguatkan dasar panggul ibu.
Latihan ini dapat memperbaiki kondisi yang dapat menurunkan kekuatan otot panggul bawah.
Selain itu, juga membantu memperbaiki kondisi urine dan meningkatkan kenikmatan seksual dengan meningkatkan tonus otot Miss V.
Lebih dari itu, dapat memperkuat otot-otot sfingter, yaitu otot dengan bentuk seperti cincin yang berfungsi menutup jalur atau bukaan pada tubuh.
2. Konsumsi lebih banyak makanan berserat
Cara lain pemulihan organ dalam rahim usai melahirkan, yaitu dengan perbanyak makanan yang mengandung serat.
Gerakan usus postpartum pertama setelah melahirkan, mungkin terasa sakit.
Namun, bukan berarti Moms tidak bisa untuk Buang Air Besar (BAB).
Sebab, jika buang air besar tidak lancar akan berdampak pada kesehatan tubuh Moms.
Bukan tidak mungkin, ibu bisa mengalami sembelit.
Maka, untuk mencegahnya usai persalinan dan organ dalam rahim bisa cepat pulih bisa dilakukan dengan konsumsi sayuran dan buah.
Banyak makan makanan berserat, dapat membantu melancarkan buang air besar dan melunakkan feses ibu.
3. Redakan pembengkakan dengan es
Beberapa dokter, mungkin menyarankan agar menggunakan es untuk meredakan pembengkakan di sekitar organ intim ibu.
Cara ini akan membantu mengurangi rasa sakit karena pembengkakan itu sendiri.
4. Pastikan Moms Cukup Istirahat
Kebugaran dan kesehatan ibu usai melahirkan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Dengan tubuh sehat dan bugar, Moms lebih siap melakukan rutinitas pasca melahirkan yang melelahkan, karena selain mengurus si kecil, ibu juga perlu memulihkan diri.
Salah satu cara menjaga kebugaran adalah dengan beristirahat yang cukup.
Sayangnya, kecukupan istirahat ini dapat terganggu karena si kecil kerap terbangun untuk disusui.
Salah satu triknya, saat bayi tidur, usahakan ibu juga terlelap, jam berapa pun itu.
Mintalah bantuan keluarga untuk melakukan urusan di rumah selama beberapa hari setelah persalinan.
Baik untuk menyiapkan makanan, mencuci pakaian ibu dan si kecil, membereskan rumah, dan lainnya.
Dengan begitu, ibu bisa fokus merawat diri dan si kecil dengan optimal.
Batasi kedatangan saudara, teman, dan keluarga yang akan menjenguk agar Moms dan bayi dapat cukup beristirahat.
5. Konsultasi ke Dokter
Usai melahirkan, ibu sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.
Dengan begitu, ibu bisa berkonsultasi tentang berbagai masalah yang dihadapi, misalnya, kondisi organ intim usai melahirkan, jahitan bekas melahirkan, dan masih banyak lagi.
Tanyakan bila ibu memiliki keluhan, seperti perasaan depresi, cemas, sakit saat berhubungan seks, atau sulit buang air kecil.
Pertimbangkan juga untuk mulai memilih dan menggunakan alat kontrasepsi.
Artikel ini sudha tayang di Nakita dengan judul Penasaran Berapa Lama Pemulihan Organ Dalam Rahim Usai Melahirkan? Ini Jawabannya!
Penulis : Cynthia Paramitha Trisnanda
Editor : Cynthia Paramitha Trisnanda