15 Perlintasan Tradisional Indonesia - Malaysia di Sintang Rawan Penyelundupan Narkoba

“Perlintasan tradisional ini sangat rawan menjadi jalur peredaran narkoba,” ujar Andon.

15 Perlintasan Tradisional Indonesia - Malaysia di Sintang Rawan Penyelundupan Narkoba
Tribunpontianak.co.id/Agus Pujianto
Andon, Kabag Pengelola Perbatasan Setda Kabupaten Sintang 

SINTANG - Kepala Badan Pengelola Perbatasan Setda Kabupaten Sintang, Andon mengungkapkan ada 15 perlintasan tradisional di sepanjang perbatasan Sintang dengan Malaysia.

Jalur itu kata dia, rawan menjadi jalur peredaran narkoba.

“Perlintasan tradisional ini sangat rawan menjadi jalur peredaran narkoba,” ujar Andon.

Perbatasan antara Sintang dengan Malaysia yang berada di Kecamatan Ketungau Tengah dan Ketungau Hulu membentang sepanjang 143 kilometer.

Menurutnya, 15 perlintasan tradisional itu tempat lalu lalang ratusan masyarakat. Dikhawatirkan, jalur tersebut menjadi pintu masuk narkoba.

Menurut Andon, modus masuknya narkoba ditengarai masuk melalui penitipan barang dari Malaysia yang dititipkan untuk keluarga yang ada di Indonesia.

Kadisporapar Sintang Harap Pariwisata Dijadikan Prioritas, Bukan Pilihan

“Sementara orang yang dititipi paket tidak tahu kalau barang titipan tersebut adalah narkoba,” ungkapnya.

Dari 15 perlintasan tradisional itu, baru tiga yang akan disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan Malaysia sebagai Border Crosser Agreement.

Andon menyebut, pembangunan PLBN Sungai Kelik sudah dimulai. Pada Juli 2020 sudah lelang fisik penyiapan lahannya.

“Walau kita punya pamtas maupun Koramil, Perbatasan Sintang perlu peningkatan karena rawan narkoba sebab Sintang memiliki 15 jalan pintas tradisional. Masalah penyelundupan dari negara sebelah karena banyaknya jalan pintas tradisional sehingga kami berharap perlu adanya penambahan personel keamanan dan perbaikan infrastruktur untuk pertahanan,” harap Andon. 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved