Gempa Sintang

Sintang Dua Kali Diguncang Gempa Bumi, Bupati Jarot Imbau Masyarakat Tidak Panik

Meski pusat gempa berada di Kabupaten Sekadau, warga Desa Sungai Deras merasakan getarannya, meskipun hanya beberapa detik.

Tayang:
Istimewa dari BMKG
PETA GUNCANGAN - Peta tingkat guncangan yang dirilis BMKG terkait gempa di Sintang, pada Sabtu (23/02/2020) malam. 

SINTANG - Gempa bumi tektonik pernah mengguncang pernah mengguncang wilayah Sintang pada 27 Maret 2019 silam.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mencatat aktivitas sesar lokal tersebut menyebabkan gempa berkekuatan Magnitudo 3.1 di kedalaman 5 kilometer.

Getaran akibat gempabumi tektonik dirasakan beberapa masyarakat di Kabupaten Sintang.

Guncangan dirasakan sejumlah masyarakat yang tinggal di lingkar Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam. Getaran dilaporkan masyarakat berlangsung sekitar 2 menit. 

Gempa Bumi Lokal di Ketungau Hilir, BPBD Sintang Tunggu Informasi dari Lokasi Getaran

BMKG sempat merevisi informasi gempa yang terjadi di Kabupaten Sintang.

Semula, berdasarkan monitoring Pusat Gempa Nasional BMKG menyebut tidak terdapat catatan gempa bumi di Kalbar pada tanggal 26-27 Maret 2019.

Tidak adanya getaran yang tercatat oleh sensor seismik mengindikasikan getaran tersebut memiliki sumber yang bersifat lokal, sehingga tidak terdeteksi oleh jaringan sensor INATEWS.

“Ada dugaan bahwa pembangkit guncangan tersebut adalah aktivitas sesar/patahan lokal,” kata Kepala Stasion Meteorologi Kelas III Susilo Sintang, Supriandi kala itu.

Setelah sempat dinyatakan tidak terdeteksi oleh sensor seismik, BMKG merevisi informasi tersebut bahwasanya telah terdapat terdapat gempa dengan magnitude 3,1 SR.

Berdasarkan hasil analisis BMKG di Stasiun Geofisika Balikpapan, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah sintang dan sekitarnya memiliki kekuatan magnitudo 3.1.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar lokal."

"Terkait dengan peristiwa gempa bumi yang baru saja terjadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” ujar Supriandi.

Minggu, 22 Februari 2020, guncangan akibat gempabumi kembali dirasakan oleh masyarakat Desa Sungai Deras, Kecamatan Ketungau Hilir.

Berdasarkan analisis pemutakhiran gempabumi yang dirilis Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti Pusat Gempabumi Nasional BMKG mengindikasikan telah terjadi gempabumi berskala sangat lokal pada pukul 22:36:59 WIB dengan kekuatan M=3.5 pada koordinat 0.58 LU - 111.33 BT, tepatnya berada di darat 81 Km Timur Laut  Sekadau dengan kedalaman 10 Km.

Meski pusat gempa berada di Kabupaten Sekadau, warga Desa Sungai Deras merasakan getarannya, meskipun hanya beberapa detik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved