Apa Beda Heartburn, Refluks Asam Lambung, dan GERD ? Kenali Juga Penyebab, Gejala hingga Penanganan

Pasalnya, GERD harus mendapat perawatan untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih buruk dalam jangka panjang.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari

Apa Beda Heartburn, Refluks Asam Lambung, dan GERD ? Kenali Juga Penyebab, Gejala hingga Penanganan

Belakangan penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaaan lambung menjadi momok bagi sebagian orang.

Bagaimana tidak penyakit ini tak bisa disepelekan, lantaran jika disepelekan akan berakibat fatal. 

Heartburn atau dada terbakar, asam lambung, dan GERD adalah tiga hal berbeda.

Dimulai dengan kerongkongan yang terdiri dari otot-otot yang halus, memanjang dari tenggorokan ke bawah melalui rongga dada dan ketika melewati otot-otot perut, bergabung di dalam perut.

Ketika kamu menelan, kerongkongan terbuka dan kemudian meremas makanan.

Di bagian paling bawah kerongkongan, ada katup yang memisahkannya dari perut.

Katup itu normalnya harus tertutup.

Saat kamu menelan, katup terbuka sehingga makanan bisa melewatinya, dan kemudian ia menutup lagi.

Dilansir dari clevelandclinic, Refluks asam lambung adalah kelainan yang terjadi ketika katup terbuka di saat yang tidak seharusnya, sehingga isi lambung (asam, jus pencernaan, enzim dan / atau makanan) dapat mengalir kembali dari perut ke kerongkongan dan menyebabkan gejala.

POLISI Temukan Luka Pada Lambung Lina Jubaedah Mantan Istri Sule Seusai Diumumkan Hasil Otopsi

Dalam kondisi normal, seseorang bisa mengalami refluks asam lambung hingga satu jam per hari dan tak merasakannya.

Tetapi, menurut spesialis gastroenterologi Scott Gabbard, jika seseorang memiliki masalah refluks, hal itu dapat menyebabkan heartburn adalah di mana muncul rasa sensasi terbakar di bagian tengah dada, di bawah tulang dada, terutama setelah makan atau pada malam hari saat kamu berbaring.

Jadi, heartburn adalah gejala refluks asam lambung.

Refluks asam lambung ini juga dapat menyebabkan regurgitasi  atau naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa disertai oleh rasa mual maupun kontraksi otot perut.

Kamu Harus Tahu! Deteksi 5 Penyakit Ini dari Gigi, Asam Lambung Hingga Diabetes

Sedangkan GERD, adalah singkatan dari penyakit Gastroesophageal Reflux Disease.

Ini adalah kondisi refluks asam lambung yang lebih parah, di mana isi lambung yang mengalir kembali ke kerongkongan menjadi bermasalah.

Hal tersebut terjadi karena adanya kelainan pada sistem pencernaan yang memengaruhi kinerja otot kerongkongan bagian bawah.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan batuk atau terasa seperti ada benjolan di belakang tenggorokan.

Jika muncul gejala GERD, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya, GERD harus mendapat perawatan untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih buruk dalam jangka panjang.

Gastroesophageal Reflux Disease ( GERD) adalah kelainan sistem pencernaan yang mempengaruhi kinerja otot kerongkongan bagian bawah (otot LES).

Kebanyakan orang, termasuk wanita hamil, menderita dada terbakar (heartburn) atau gangguan pencernaan yang disebabkan oleh penyakit ini.

Para dokter mempercayai bahwa beberapa orang terkena GERD karena kondisi yang disebut hernia hiatal.

Hernia hiatal merupakan kondisi di mana bagian atas lambung masuk ke rongga dada. Lambung yang seharusnya di rongga perut, menonjol ke atas melalui celah di otot diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai GERD, seperti dilansir dari laman Webmd.

Penyebab

Penyebab dari penyakit GERD adalah asam lambung yang naik ke otot kerongkongan.

Hal ini terjadi karena otot LES yang melemah.

Sebagian besar dokter juga percaya bahwa hernia hiatal juga dapat melemahkan otot LES dan menyebabkan penyakit GERD.

Faktor Risiko

GERD dapat menyerang siapa saja. Namun, orang yang mengalami kelebihan berat badan (obesitas) dan wanita hamil lebih berisiko terkena penyakit GERD.

Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat juga memicu terjadinya penyakit ini.

Gejala

Gejala umum yang dialami penderita GERD adalah dada sensasi terbakar di dada (heartburn).

Rasa terbakar ini terasa dari tulang dada hingga leher dan tenggorokan.

Banyak orang yang mengatakan rasanya seperti makanan yang “naik” kembali ke dalam mulut dan meninggalkan rasa asam atau pahit di lidah.

Rasa terbakar, tertekan, atau sakit dari heartburn dapat terjadi selama kurang lebih dua jam dan biasanya dapat memburuk setelah makan.

Berbaring atau membungkuk juga dapat menyebabkan heartburn semakin parah.

Banyak orang memulihkan hearburn dengan berdiri dan meminum antasida (anti asam lambung) untuk membersihkan asam dari kerongkongan.

Diagnosis

Diagnosis yang dapat dilakukan oleh penderita GERD adalah sebagai berikut:

1. Gastroskopi (endoskopi saluran pencernaan bagian atas). Pada tahap ini, dokter akan memasukkan selang kecil, tipis, dan dilengkapi dengan kamera (endoskopi) untuk memeriksa keronkongan serta perut. Hasil tes ini dapat menjadi normal ketika adanya refluks, namun terkadang endoskopi ini juga.

2. Pemeriksaan pH kerongkongan. Diagnosis untuk tahap ini adalah, monitor ditempatkan di kerongkongan untuk mengidentifikasi kapan dan berapa lama asam lambung muncul kembali ke sana (kerongkongan). Monitor ini tersambung dengan detektor kecil yang digunakan di sekitar dada atau kabel di sekitar bahu.

3. Manometri. Tes ini mengukur ritme kontraksi otot ketika Anda menelan makanan. Manometri juga mengukur seberapa kuat otot pada kerongkongan Anda.

4. Foto rontgen atau X-ray. Foto x-ray akan diambil setelah Anda mengonsumsi air berkapur yang melapisi saluran pencernaan. Lapisan ini akan memudahkan dokter untuk melihat siluet dari kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas.

Penanganan

Pengobatan yang disarankan untuk penderita GERD adalah:

1. Obat untuk menetralisir asam lambung seperti antasida.

2. Obat untuk mengurangi produksi asam lambung (biasa disebut dengan H2 blocker) seperti nizatidine, cimetidine, dan famotidine.

3. Obat untuk menghentikan produksi asam lambung dan memulihkan kerongkongan (proton pump inhibitors) seperti lansoprazole dan omeprazole.

Operasi atau pembedahan dilakukan apabila GERD yang diderita sudah akut. Pembedahan dapat dilakukan melalui dua prosedur

1. Fundoplikasi. Dokter akan membungkus bagian bawah kerongkongan untuk mencegah terjadinya refluks.

2. Perangkat LINX. Perangkat yang berbentuk manik-manik logam kecil yang berfungsi untuk melilit perut dan kerongkongan untuk mencegah terjadinya refluks.

Namun, kelemahan dari perangkat ini adalah tidak dapat membatasi makanan yang masuk melalui mulut.

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko GERD terjadi kembali:

1. Mengurangi porsi makan. Anda dapat mengonsultasikannya dengan ahli gizi terdekat.

2. Hindari tidur setelah makan karena dapat memperparah asam lambung naik ke kerongkongan.

3. Berhenti merokok.

4. Meninggikan bantal kepala ketika tidur untuk meredakan heartburn.

5. Mengurangi makanan-makanan yang melemahkan otot LES, seperti coklat, kopi, dan minuman beralkohol

6. Mengatur pola makan dan gaya hidup menjadi lebih sehat. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Memahami Perbedaan Heartburn, Refluks Asam Lambung, dan GERD" dan "GERD, dari Penyebab, Gejala hingga Penanganan"

 
 
 
 
 
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved