Tribun Pontianak Wiki

Inilah Sejarah Tugu Khatulistiwa Pontianak

dalam gedung replika ini terdapat penjelasan tentang asal mula terbentuknya tugu Khatulisitiwa dan berbagai perkembangannya hingga saat ini.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Ni Made Gunarsih
Tugu Khatulistiwa Pontianak 

PONTIANAK - Tugu Khatulistiwa merupakan sebuah kebanggaan milik kota Pontianak.

Tugu yang menjadi ciri khas dari kota Pontianak merupakan sebuah bukti sejarah sekaligus sebagai tanda bahwa kota Pontianak dilalui oleh garis Khayal Khatulistiwa.

Tugu yang berada di jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Kalimantan barat ini memiliki sejarah yang panjang dan menjadi sebuah tanda yang disematkan melalui perhitungan yang cukup lama.

Konstuksi yang saat ini tempat wisata sekaligus kubah bagi tonggak tugu Khatulistiwa yang asli merupakan bangunan yang dibuat sebagai upaya melindungi tonggak tugu Khatulistiwa yang asli dan upaya mempermudah masyarakat untuk melihat bukti sejarah.

Kostume Pesona Khatulistiwa Terspirasi dari Tugu Khatulistiwa dan Karakter Game

Pada bagian dalam gedung replika ini terdapat penjelasan tentang asal mula terbentuknya tugu Khatulisitiwa dan berbagai perkembangannya hingga saat ini.

Sejarah

Pada bagian dalam gedung replika terdapat penjelasan mengenai sejarah dari berdirinya Tugu Khatulistiwa yaitu sebagai berikut:

Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun pada 1928 dengan bentuk tonggak yang terdapat tanda panah dibagian atas yang menunjuk arah mata angin.

Kemudian pada tahun 1930, tonggak disempurnakan dengan penambahan lingkaran dan panah yang lebih sempurna yang semuanya dibangun oleh tim ekspedisi dari Belanda yang melakukan penelitian selama 7 tahun sebelum akhirnya menetapkan lokasi dari tugu saat ini.

Pada tahun 1938 tugu asli ini dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh Opsiter/Architech SILABAN menggunakan kayu Ulin/ Belian yang dianggap sebagai kayu yang tidak mudah lapuk dan tahan lama berjumlah 4 buah dengan diameter masing-masing 0,30 meter.

2 Tonggak kayu pada bagian depan memiliki tinggi 3,05 meter dari permukaan tanah sedangkan pada 2 tonggak bagian belakang memiliki tinggi 4,40 meter yang berfungsi pula sebagai penyangga lingkaran dan panah yang menunjukkan arah mata angin dengan bentuk yang unik.

Informasi ini didapatkan berdasarkan catatan yang diperoleh pada 1941, dari V. en. V oleh Opsiter Weise dikutip dari BIDJRAGENTOT DE GEOGRAPHE dari Chen Van den topographeheschen dien in Nedelandsch Indie: Den 31 Sten Maart 1928 yang berkisar tentang sebuah Ekspedisi Internasional yang dipimpin seorang ahli Geograpie dalam rangka menentukan garis Equator yang diperkirakan terdapat di Pontianak.

VIDEO: Jalani Sidang ke- 4, Suryadman Gidot Secara Iman Yakin Tak Salah

Pada selang tahun antaran 1938 sampai 1990, tugu ini tidak terlalu diperhatikan dan terurus dan terdapat banyak bekas vandalisme yang merusak patok ini.

menyikapi hal ini, pada tahun 1990 pemerintah melakukan renovasi dan membangun kubah dan duplikat tugu Khatulistiwa dengan ukuran 5 kali lebih besar dari tugu aslinya.

Adapun ukuran dari replika tugu Khatulistiwa yaitu 2 buah tonggak depan memiliki tinggi 15,25 meter dari permukaan tanah dan 2 tonggak belakang setinggi 22 meter dengan lingkaran dari masing-masing tonggak 1,5 meter.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved