Pembunuhan di Melawi
Berharap Kasus Cepat Terungkap, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Maksimal
Operasi di mulai tadi sore, sekitar pukul 15.00 WIB, sampai sekarang belum selesai.
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Jamadin
Tim Dokter Soedarso rawat Korban Wita
PONTIANAK - Wita korban selamat tragedi penganiayaan yang terjadi, Senin (17/2/2020) kemarin di Desa Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh, saat ini sedang menjalani perawatan secara intensif oleh tim medis RSUD dr Soedarso Pontianak.
Menurut pihak keluarga, Wita (36) saat ini sedang menjalani operasi sejak pukul 15.00 WIB yang dilakukan tim dokter RSUD dr Soedarso Pontianak.
Saat didatangi ke RSUD Soedarso, hingga pukul 20.00 WIB, operasi masih berlangsung.
Hendri satu diantara keluarga korban yang di temui Tribun Pontianak di ruang tunggu RSUD dr Soedarso Pontianak mengatakan saat ini tim dokter sedang melakukan operasi terhadap Wita yang mengalami cidera pada bagian kepala sebelah kiri dan patah pada jari manis tangan kiri.
"Operasi di mulai tadi sore, sekitar pukul 15.00 WIB, sampai sekarang belum selesai. Karena bagian kepala sebelah kiri, banyak mengeluarkan darah,"ujar Hendri, Selasa (18/2/2020) malam.
Hendri menceritakan Korban wita yang merupakan istri dari abang sepupunya itu tiba sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa pagi tadi bersama kakak sepupunya Nana dan bersama dua orang anggota kepolisian dari Polres Melawi.
• Dua Saudara Korban Pembunuhan di Melawi Dimakamkan Satu Liang Lahat
"Dalam perjalanan korban sadar, meski mata terpejam, tapi bisa di ajak berbicara, dia sempat bilang sebelum kejadian di rumahnya ada tamu,"kata Hendri.
Dan, sebelum di rawat ke RSUD soedarso, korban Sempat di bawa ke RSU St Antonius, namun pihak rumah sakit itu mengatakan tempatnya tak ada tim visum, jadi terpaksa di bawa ke RSUD Soedarso.
Lanjutnya, saat ini suami Wita, Iwan sedang dalam perjalanan menuju Pontianak, tadi sebelumnya harus mengkebumikan kedua anaknya di Melawi yang di perkirakan tiba di Pontianak sekitar tengah malam nanti.
Hendri pun menuturkan pihaknya saat ini belum mengetahui pasti kronologi dan siapa pelaku penganiayaan keji hingga merenggut nyawa kedua keponakannya tersebut.
"Kita berharap kepolisian bisa mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku serta memberikan hukuman yang setimpal, apapun alasannya," kata Hendri.
Pantauan Tribun Pontianak, tampak sejumlah pihak keluarga korban sejak sore telah menunggu di depan ruang operasi, sambil berharap operasi tersebut bisa berjalan lancar dan Wita dapat sembuh.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: