Breaking News:

Petaka Siswi SMP

PETAKA Candaan Tarik Kursi Siswi SMPN 4 Sintang, Korban Sakit di Pinggul & Paha Hingga Dirawat di RS

Kabar candaan tarik kursi berujung pelajar masuk rumah sakit justru diterima Gisi dari masyarakat, bukan dari pihak sekolah.

TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
ISTIRAHAT: Pelajar SMPN 4 Sintang duduk sembari melihat kegiatan ekstrakurikuler di halaman sekolah. Beberapa waktu lalu, candaan seorang pelajar menarik kursi berujung seorang siswi bernama Opi harus dilarikan ke rumah sakit. 

Orangtua Opi dan orangtua AG bersepakat menyelesaikan persoalan ini melalui jalur musyawarah.

Menurut Sarbaini, musibah tersebut tidak ada yang tahu, meski niat siswanya hanya bercanda namun berakibat fatal.

"Intinya begini, kita punya tanggungjawab. Walaupun itu kecelakaan, anak anak juga tidak menginginkan kejadian tersebut," ujar Sarbaini.

Jalur musyawarah ditempuh. Pihak sekolah juga menginisiasi jalannya musyawarah mengundang kedua belah pihak ke sekolah.

Dalam kesepatan itu, orangtua siswa yang bercanda menarik bangku siap untuk tanggugjawab dan membantu biaya pengobatan Opi.

"Yang penting ada niat untuk tanggungjawab," jelasnya.

Sarbaini, juga tak menginginkan kejadian candaan berujung petaka ini terulang kembali.

"Gurau boleh, tapi kalau seperti itu guraunya bisa berakibat fatal dampaknya."

"Saya menekankan kepada guru bahwa pembinaan karakter itu penting. Korban saat ini masih di rumah sakit, rencananya oleh orangtuanya akan dibawa ke Pontianak," kata Sarbaini.

Bahaya Besar Bercanda Tarik Kursi, Ini Kata Ahli

Tahukah Anda, cara bercanda seperti ini berbahaya? Akibatnya bisa fatal bagi mereka yang mengalami terjatuh karena kursi yang akan didudukinya ditarik.

Dokter Spesialis Tulang yang juga Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Rahyussalim, SpOT, K-Spine, menjabarkan sejumlah potensi bahayanya.

Salah satunya, risiko cedera tulang belakang.

“Yang jadi masalah adalah saat dia mau duduk dan tak sadar kursinya enggak ada. Itu sama seperti jatuh dari ketinggian 1 meter kalau misal posisi duduknya sekitar 1 meter,” kata dr Rahyussalim, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Ia mengatakan, ketika terjatuh, maka berat badan turut dilepaskan.

“Katakan dia berat 50 kilogram. Maka, ketika jatuhnya tepat di bagian bokong, beban 50 kilogram itu menghantam tulang belakangnya,” jelas dia.

Medan yang menjadi lokasi jatuh juga menentukan seberapa bahaya risiko yang dihadapi. 

Jika medan jatuhnya berupa batu, maka risikonya lebih besar.

Ia menyebutkan, pada tulang belakang, ada 2 struktur penting yakni struktur tulang dan syaraf.

“Kedua struktur ini bisa terganggu. Kalau syaraf yang kena, dia bisa lumpuh,” kata dr Rahyussalim.

Mengenai ancaman kelumpuhan, tergantung level keparahannya, yang ditentukan oleh posisi jatuh.

“Kalau posisi sedikit lebih bungkuk, umumnya ringan dan kena lebih bawah. Tapi kalau posisi agak tengadah atau cenderung ke arah belakang, maka lebih bahaya. Bisa kena bagian atas,” ujar dia.

Sementara, jika yang terkena bagian pinggang ke bawah, maka risiko yang timbul pada kaki.

“Kalau bagian atas, syarafnya bisa terkena. Yang bisa mengakibatkan tak bisa berdiri sama sekali,” kata dr Rahyussalim. 

Namun, ancaman yang lebih bahaya bisa terjadi pada 4 ekstremitas lengan kiri-kanan dan tungkai kiri-kanan.

“Bisa lumpuh keempat nya,” ujar dia.

Jika bagian tulang yang terkena, bisa menyebabkan tak bisa bisa duduk karena tulang belakang patah sehingga tak mampu menopang badannya.

Ia juga mengingatkan, jika terjadi kelumpuhan, lumpuh akibat cedera syaraf pusat termasuk kategori yang cukup sulit disembuhkan. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di Kompas.com, dan dapat dilihat di link berikut : 
https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/06/202415265/hati-hati-ini-bahayanya-bercanda-tarik-kursi?

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

 

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved