Miris! Nelayan ini Sudah Lama Bergelut dengan Bisnis Haram Narkoba

Pria kelahiran Padang Tikar ini tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan penegak hukum.

TRIBUNPONTIANAK/SEPTI DWISABRINA
Tersangka kasus narkoba di Batu Ampar, Mustar (43). 

KUBU RAYA - Tersangka kasus narkoba di Batu Ampar, Mustar (43) yang sehari-hari mata pencahariannya adalah nelayan mengaku sudah lima tahun bergelut di bisnis haram tersebut.

"Saya awalnya adalah pemakai, kemudian saya jadi pengedar. Saya jual kepada orang-orang yang saya kenal, paling banyak adalah nelayan. Tidak ada anak-anak, semuanya orang tua yang pakai," ujarnya, Kamis (13/2/2020).

Tampak dari raut wajahnya, Mustar sangat menyesal.

Namun nasi telah menjadi bubur.

Pria kelahiran Padang Tikar ini tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan penegak hukum.

Kejaksaan Negeri Pontianak Musnahkan Barang Bukti Narkoba dari 123 Perkara

Usut punya usut, shabu lebih kurang 19 gram yang hendak Mustar edarkan di Kecamatan Batu Ampar dan sekitarnya ia beli dari seseorang, inisial ON, Rp 11 juta.

"Memang ada yang memasarkan ke saya. Saya beli dari dia, kadang saya ambil sendiri dan ada yang mengantar juga. Barang ini saya dapatkan lewat laut," ucapnya.

Pria yang mengenakan baju tahanan berwarna oren itu menyebutkan, barang terlarang itu 1 ji ia jual seharga Rp. 1.400 ribu.

"Tidak menentu saya dapatnya, kadang masih ada sisa (shabu) tidak semua terjual," imbuhnya.

Berdasarkan data, Polres Kubu Raya telah menangani 3 kasus tindak pidana narkoba di bulan Januari.

Terjadi di dua Kecamatan Kabupaten Kubu Raya, yakni Sungai Raya sebanyak 7 tersangka dan Batu Ampar 1 tersangka. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved