Human Interest Story

Syarif Saleh Puji Kepanitiaan CGM Kota Pontianak Makin Membaik

Menurutnya, perbedaan itu patut dirayakan karena menjadi kekayaan yang tidak banyak dimiliki bangsa lain.

Syarif Saleh Puji Kepanitiaan CGM Kota Pontianak Makin Membaik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah pemain naga beserta panitia memberikan penghormatan terakhir saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Gelaran Pekan Promosi dan Kuliner dalam rangkaian Festival Cap Go Meh (CGM), dinilai cukup meriah.

Bahkan pengunjung yang datang tampak antusias menyaksikan pertunjukkan kesenian. Mereka mulai mulai dari anak-anak hingga lansia silih berganti memadati Jalan Diponegoro Kota Pontianak, tempat pertunjukkan berlangsung, 2-8 Februari 2020.

Syarif Saleh Kadispora Pariwisata Pontianak
Syarif Saleh Kadispora Pariwisata Pontianak (tribun pontianak)

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Pontianak Syarif Saleh mengapresiasi gelaran ini karena mampu menyedot pengunjung yang begitu banyak.

"Saya melihat bagaimana antusiasme masyarakat terhadap event seperti ini. Justru yang lebih luar biasa, ini seperti merayakan perbedaan," kata Sy Saleh usai menyaksikan arakan naga dalam Puncak Cap Go Meh, Sabtu (8/2/2020).

Ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
Ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Polisi Lumpuhkan Pelaku Jambret di Singkawang, Nekat 10 Kali Beraksi Untuk Modal Berjudi

Bupati Mempawah Minta OPD Jalankan Program Terdampak Positif Bagi Masyarakat

Menurutnya, perbedaan itu patut dirayakan karena menjadi kekayaan yang tidak banyak dimiliki bangsa lain. Keberagaman juga yang membuat rasa cinta Tanah Air makin tumbuh.

Oleh sebab itu, event-event seperti ini harus lebih ditingkatkan. Di samping merayakan penghujung Tahun Baru Imlek, event Cap Go Meh juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional.

“Kita tentunya akan mendukung kegiatan seperti ini dengan tujuan dalam rangka meningkatkan ekonomi nasyarakat di sektor pariwisata,” ujarnya.

Ia juga berjanji akan membantu Festival Cap Go Meh menjadi semakin lebih baik, dengan menampilkan pertunjukkan kesenian yang lebih atraktif dan variatif sehingga menciptakan daya tarik yang luar biasa. "Kita terus dukung, kita support,” tandasnya .

Sejumlah anak-anak berebut bagian naga seperti sisik naga yang tidak terbakar saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
Sejumlah anak-anak berebut bagian naga seperti sisik naga yang tidak terbakar saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Pemerintah Kota Pontianak, mengharapkan penyelenggaraan Pekan Promosi dan Kuliner yang dimulai pada 2 hingga 8 Februari 2020, dalam rangka memeriahkan Cap Go Meh di sepanjang Jalan Diponegoro Pontianak mampu mendongkrak pertumbuhan UMKM di kota ini.

Perayaan puncak Cap Go Meh 2571 di Kota Pontianak pun dimeriahkan dengan atraksi 24 naga dan 20 barongsai di jalan Gajah Mada Pontianak. Ribuan warga Pontianak pun tumpah ruah di Jl Gajahmada untuk menyaksikan atraksi naga tersebut.

Kadispora dan Pariwisata Pontianak Syarif Saleh berharap dengan adanya agenda tahunan perayaan Cap Go Meh, pariwisata di Pontianak dapat lebih meningkat

"Panitia pada tahun ini luar biasa, kita evaluasi pada tahun pertama dan sekarang jadi lebih baik, kita berharap semakin tahun dapat semakin ditingkatkan "katanya.

Dengan banyaknya warga yang menonton pertunjukan naga tersebut, ia menilai maka Kota Pontianak akan semakin dikenal, dan hal tersebut akan berdampak baik bagi kota.

Penulis: Ferryanto
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved