Cap Go Meh
FOTO: Anak-anak Berebut Sisik Naga Yang Tak Terbakar
Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah anak-anak berebut bagian naga seperti sisik naga yang tidak terbakar saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah anak-anak berebut bagian naga seperti sisik naga yang tidak terbakar saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah anak-anak berebut bagian naga seperti sisik naga yang tidak terbakar saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah anak-anak berebut bagian naga seperti sisik naga yang tidak terbakar saat ritual pembakaran naga menandakan berakhirnya perayaan Cap Go Meh 2571 di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020) sore. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, pembakaran naga tersebut untuk mengembalikan roh naga ke kahyanganan.
.
Berita Terkait