Tak Biasa, Pisang Salimin Berbuah 1000 dan Menyentuh Tanah, Hingga Menjadi Tujuan Warga Berswafoto
Salimin pun harus menggunakan kayu untuk menyangga pisang dengan 1.000 buah itu, karena panjang dan beratnya tandan
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Syahroni
SEKADAU, TRIBUN - Masyarakat Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau berbondong-bondong datang untuk mengabadikan pohon pisang yang memiliki tandan buah tidak biasa.
Pisang yang ditanam seorang warga Kampung Seladan, Dusun Pangkin, Salimin (45) memiliki tandan buah yang tak lazim.
Tandannya menjuntai dari ujung pokok pisang hingga menyentuh tanah.
Bahkan masyarakat menyebutnya dengan pisang 1000 buah.
Salimin, menuturkan sebelumnya pisang yang ia tanam tidaklah ada perbedaan dengan pisang pada umumnya.
• Pisang 1000 di Desa Mungguk Jadi Objek Berswafoto Warga
Namun keunikan itu muncul saat pisang tersebut berbuah, tandan pisang semakin panjang, bahkan hingga menyentuh tanah.
Salimin pun harus menggunakan kayu untuk menyangga pisang dengan 1.000 buah itu, karena panjang dan beratnya tandan.
“Saya dapat bibitnya itu dari orang Jawa. Waktu itu saya beli Rp 100 ribu, saya tanam lah bibitnya, baru sekitar enam bulan saya tanam. Ini juga pertama kalinya saya tanam pisang seperti ini," ujar Salimin, Minggu (9/2/2020).
Diketahui pisang tersebut sudah berbuah sejak dua bulan terakhir.
Pisang tersebut juga baru pertama kali tumbuh di desanya.
“Secara pribadi saya bangga, senang. Siapa pun orang yang lewat selfie di sini, saya senang sekali. Sudah banyak yang selfie. Saya tidak pungut biaya, yang penting orang senang, saya senang. Pas ada turnamen bola di kampung jadi ramai yang lihat (pisang, red),” ungkap Salimin.
Tak hanya berswafoto, beberapa warga juga sudah ada yang membeli bibit pisang tersebut. Dengan harga Rp 100 ribu per pohon.