Inilah Sosok Plt Dirjen Bimas Katolik, Beragama Islam Ditunjuk Fachrul Razi dan Menuai Pro Kontra

Fachrul Razi menunjuk seorang yang tidak beragama Katolik menjadi Plt Dirjen Bimas Katolik

Tayang:
Editor: Syahroni
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Menteri agama RI, Fachrul Razi didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan tamu VIP menyaksikan Parade tatung pada puncak event Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020 disepanjang Jalan Diponegoro, Singkawang, Kalimantan Barat, Sabtu (8/2/2020). Parade tatung ini diikuti 847 tatung. 

JAKARTA, TRIBUN - Berbagai pro dan kontra bermunculan atas kebijakan yang diambil oleh Menteri Agama.

Kebijakan kontroversial dari Menag, Fachrul Razi berkaitan dengan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik.

Menuai polemiknya kebijakan bukan tanpa alasan, pasalnya Fachrul Razi menunjuk seorang yang tidak beragama Katolik menjadi Plt Dirjen Bimas Katolik tersebut.

Prof Dr Nur Cholis yang beragama Islam ditunjuk oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi untuk menjabat Plt Dirjen Bimas Katolik sehingga mendapat pro dan kontra.

Salah satunya pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono.

Suhendra mengaku tidak habis pikir dengan pertimbangan dan logika Menag Fachrul Razi.

Fachrul Razi Tolak WNI Eks ISIS Pulang ke Indonesia, Menteri Agama RI : Kalau Ganas Seperti Itu

"Dengan pertimbangan dan alasan apa pun, keputusan Menag sangat tidak bisa diterima akal sehat. Alasan administrasi, tapi mengabaikan sensitifitas kehidupan beragama. Itu langkah yang tidak bijak dan sembrono," ujar Suhendra di Jakarta dilansir dari tribunnews.com, Minggu (9/2/2020).

Menurut Suhendra, keputusan yang diambil Menag itu berpotensi menuai respons negatif dari umat Katolik di Indonesia dan dunia internasional.

Keputusan yang gegabah itu ia nilai akan menjadi bumerang bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

FOTO: Menteri Agama Fachrul Razi Hadiri Rapat Kerja Pimpinan Kanwil Kemenag Kalbar di Pontianak

"Keputusan ini seolah merendahkan keberadaan umat Katolik di Indonesia. Seakan-akan tidak ada umat Katolik yang pantas menduduki jabatan Plt Dirjen Bimas Katolik. Padahal saya yakin ada eselon di bawah Dirjen Bimas Katolik yang beragama Katolik yang bisa ditunjuk sebagai Plt," jelasnya.

Suhendra sangat menyayangkan keputusan Menag Fahrul Razi tersebut.

"Seharusnya seorang menteri yang merupakan pembantu Presiden membantu tugas Presiden menjalankan operasionalisasi kebijakan nasional, bukan sebaliknya menjadi beban bagi Presiden," terang Suhendra.

Menteri Agama RI Berkunjung ke Ponpes Ushuludin Singkawang

Pandangan Suhendra ini ternyata sejalan dengan berbagai tokoh masyarakat, di antaranya Prof Komarudin Hidayat.

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) itu juga menyesalkan keputusan Menag.

Lebih lanjut Suhendra menyarankan agar Menteri Agama sesegera mungkin menganulir keputusannya dan menunjuk pejabat defenitif Dirjen Bimas Katolik yang beragama Katolik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved