Data Korban Virus Corona Per Minggu (9/2/2020) Jam 07.43 WIB, 37.153 Orang Terinfeksi di 28 Negara

Data jumlah korban meninggal dunia akibat merebaknya virus corona terus bertambah.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Syahroni
South China Morning Post, Daily Miror
Data Korban Virus Corona Per Minggu (9/2/2020) Jam 07.43 WIB, 37.153 Orang Terinfeksi di 28 Negara 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Data jumlah korban meninggal dunia akibat merebaknya virus corona terus bertambah.

Dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, hingga Minggu pukul 07.43 WIB, virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan China ini telah menewaskan 807 orang.

Sementara itu, virus corona juga menyebabkan 37.153 orang terinfeksi.

Namun, ada 2.617 orang dinyatakan sembuh dari virus corona.

Sejak pertama kali diumumkan pada 31 Desember 2019, virus ini telah menyebar hingga ke 28 negara.

UPDATE virus corona Minggu (9/2/2020)
UPDATE jumlah korban meninggal dunia dan terinfeksi virus corona, Minggu (9/2/2020), (Tangkap Layar https://gisanddata.maps.arcgis.com/).

Ke 28 negara tersebut, yakni China, Jepang, Thailand, Singapura, Hong Kong, Australia, Korea Selatan, Taiwan.

Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, Makau, Perancis, Vietnam, Kanada, Uni Emirat Arab, Italia, Rusia.

Inggris, Nepal, Kamboja, Spanyol, Piliphina, Finlandia, Swedia, India, Sri Lanka, dan Belgia.

Antisipasi Virus Corona, Makruf Pilih Gunakan Masker Saat di Bandara

Terbaru, negara Belgia mengonfirmasi kasus virus corona pertamanya.

Hampir semua kematian terjadi di Hubei, tempat di mana virus tersebut muncul pertama kali di pasar hewan di Wuhan.

Namun, Filipina dan Hongkong telah melaporkan kematian akibat virus corona di luar China.

Virus yang mirip dengan Sindrom Pernapasan Akut Parah atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) ini, memiliki masa inkubasi 14 hari.

Tanda-tanda terjangkit virus corona bisa menyebar sebelum gejala muncul.

Adanya wabah ini telah berdampak pada kegiatan ekonomi dan bisnis di China.

Beberapa perusahaan telah menutup tokonya di Cihina, seperti Apple, Samsung, hingga Google.

Mengutip dari LearnBonds, wabah virus corona ini telah menjadi epidemi paling mahal di dunia dalam 20 tahun terakhir.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved