Cap Go Meh

Pengertian Cap Go Meh dan Fakta Atraksi Tatung di Singkawang

Adapun di Kota Pontianak, kamu bisa menyaksikan atraksi naga terpanjang di sepanjang Jalan Gajahmada.

Editor: Nasaruddin
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan (bersih kota) di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (7/2/2020). Sejauh ini, terdaftar 11 Tatung asal Malaysia akan ambil bagian, sementara itu 813 Tatung lainnya berasal dari Singkawang, Pontianak, Sungai Pinyuh, Bengkayang, Pemangkat dan Sambas. 

Perayaan Cap Go Meh akan digelar hari ini, Sabtu (8/2/2020).

Beberapa kota akan menggelar beragam tradisi yang menarik untuk disaksikan.

Misalnya pawai Tatung yang akan digelar di Singkawang.

Adapun di Kota Pontianak, kamu bisa menyaksikan atraksi naga terpanjang di sepanjang Jalan Gajahmada.

Terlepas dari perayaan itu, penyebutan kata 'Cap Go Meh' sebenarnya populer di Indonesia.

Sementara di negara lain seperti China, Taiwan, dan Singapura nama festival ini berbeda.

Berikut adalah lima fakta seputar Cap Go Meh:

1. Arti Nama Cap Go Meh

Kata 'Cap Go Meh' diserap dari Bahasa Hokkian.

'Cap' berarti sepuluh, 'Go' berarti lima, sedangkan 'Meh' berarti malam.

Penyebutan ini merujuk pada waktu penyelenggaraan acara yang memang diselenggarakan pada penanggalan 15 kalender China.

Di China nama perayaan ini adalah Yuan Xiao atau Shang Yuan.

Di Barat festival ini disebut Lantern Festival (Festival Lampion) atau Chinese Valentine's Day (hari Kasih Sayang versi China).

2. Sejarah Cap Go Meh

Cap Go Meh diprediksi sudah dirayakan sejak 2.000 tahun lalu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved