Human Interest Story
Lima Master Tatung Baca Mantra Buka Mata 25 Naga, Ini Dia Maknanya
Ritual ini gunanya mendatangkan roh naga langit agar diturunkan ke bumi, dimasukkan ke dalam replika naga, sehingga seolah-olah naga ini hidup
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
Lima Master Tatung Baca Mantra Buka Mata 25 Naga, Ini Dia Maknanya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Sebanyak 25 replika naga mengikuti prosesi buka mata di Vihara Kwan Tie Bo, Jl Diponegoro, Kamis (6/2/2020) pagi WIB.
Ritual naga buka mata ini dilakukan oleh lima master Tatung yang diundang secara khusus.
Ritual ini gunanya untuk mendatangkan roh naga langit agar diturunkan ke bumi, lalu dimasukkan ke dalam replika naga, sehingga seolah-olah naga ini hidup saat dimainkan pada perayaan Cap Go Meh.
Ritual buka mata naga yang dilakukan setelah 13 hari perayaan Imlek ini memiliki makna tersendiri bagi warga Tionghoa.
Ritual tersebut dipercaya masyarakat Tioghoa pertanda bahwa naga-naga yang akan pawai selama perayaan Cap Go Meh memiliki ruh dan akan membawa keburuntungan.
Sekretaris Panitia Cap Go Meh Kota Pontianak, Thie Djie Shen mengatakan seluruh naga yang telah mengikuti ritual buka mata baru dianggap hidup saat beratraksi.
Setelah proses buka mata naga-naga tersebut akan berkunjung ke rumah warga dan pejabat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
“Naga ini nanti akan mengunjungi rumah-rumah warga sekitar Pontianak, kantor pemerintahan untuk mengusir roh-roh jahat. Naga kalau tidak dibuka matanya, tidak boleh digunakan (pawai). Jadi harus dibuka dulu untuk digunakan,” jelasnya.
• Momen Seru Perayaan Chinese New Year with The Gade Coffe & Gold oleh PT Pegadaian

• Komjen Pol Arief Sambangi SPN Pontianak, Ini Pesannya untuk para Bintara
Thie Djie Shen menambahkan, dalam ritual buka mata, lima tatung khusus yang melaksanakan prosesi tersebut.
Para master tatung inilah yang menjalani prosesi membuka mata, agar ruh naga langit memasuki 25 naga tersebut.
Para tatung ini juga akan menyampaikan mantra atau doa-doa khusus dalam proses buka mata naga tersebut.
"Kali ini ada lima tatung yang kita undang dalam proses buka mata para naga sebelum pawai," ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan dalam mengantisipasi merebaknya isu virus corona. Pihak panitia telah membagikan masker kepada para pengunjung Cap Go Meh Kota Pontianak.
Panitia Cap Go Meh Kota Pontianak menurutnya juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak dalam upaya mengantisipasi isu virus corona.
Dirinya berharap agar Kota Pontianak bersih dari virus corona.
"Panitia sudah membagikan masker kepada pengunjung," ujarnya.
Prosesi buka mata juga dilakukan oleh Naga dari Yayasan Kapuas Bakti pada Kamis dini hari.
Naga berlampu sepanjang 48 meter sengaja dibuat mampu mengeluarkan asap dari dalam mulutnya dinamai dengan Naga Dewa Chikung.

Berdasarkan keterangan dari Suhu Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Kapuas Bakti, Yoseph Mumi mengatakan pihaknya sengaja melakukan proses buka mata pada dini hari.
Alasannya pada saat buka mata, naga tersebut terkena embun sama cahaya bulan dapat membawa kesejukan.
Sehingga naga tersebut akan bermain dengan sejuk lembut dan tidak emosi.
“Itu filosofi saya. Dari dulu bapak saya pemain naga tidak pernah main siang, tapi malam untuk buka mata. Jadi saya ikut cara orang-orang dulu,” ujarnya.
Ia menerangkan sebelum jalan orang dulu biasanya lakukan ritual cuci jalan, supaya tidak ada api, angin dan lain sebagainya.
Setelah itu barulah naga bisa jalan-jalan dan meliuk-meliuk beratraksi.
Makna cuci jalan sendiri agar supaya seluruh masyarakat dapat hidup sehat dan dilimpahkan keberuntungan.
Mak Mumi (sapaan akrabnya) menerangkan bahwa setelah buka mata janggut merah naga dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.
“Setelah buka mata janggut naga kalau dipakai anak kecil supaya diberikan kesehatan. Itu tradisi kita orang tionghoa,” ujarnya.


Dewan Apresiasi
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memberikan apresiasi terhadap gelaran budaya naga buka mata hingga Pekan Promosi Kuliner yan dipusatkan di Jl Diponegoro.
Ia berharap even yang digelar setiap tahun tersebut harus terus dikemas lebih menarik dan mempertunjukkan sesuatu yang baru. Sehingga para wisatawan selalu mempunyai alasan untuk datang.
"Kita mendukung even budaya seperti ini, akan tetapi mungkin sebaiknya tiap tahun dikemas semakin menarik dan meriah," ujarnya.
Satu di antaranya menurut Satar, adalah tentang lokalitas khas Pontianak yang harus lebih kental untuk dikedepankan namun tak meninggalkan kekhasan perayaan Cap Go Meh.
"Mungkin bisa memperbanyak varian kuliner khas Pontianak yang lebih kuat, sehingga orang datang kesini tak sekedar melihat pameran kuliner masyarakat Tionghoa akan tetapi makanan khas Kota Pontianak secara spesifik," ujarnya.
Ia juga meminta pihak terkait seperti dinas pariwisata dan bidang kebudayaan agar dapat membuat dan merumuskan even kebudayaan dengan baik dan rutin.
Sehingga akan memperkuat magnet wisatawan untuk datang dan berbelanja di Pontianak.
Tentu itu juga akan seiring sejalan dengan bergeraknya perekonomian masyarakat.
"Jika banyak even, Okupansi hotel akan tinggi, sektor UMKM akan juga bergeliat dan muaranya pasti akan efek peningkatan ekonomi masyarakat di Kota Pontianak," ujarnya. (*)