Kecelakaan Truk dan Bus

Kecelakaan Maut Truk dan Bus di Tayan Hilir, PT Antam Angkat Bicara dan Turut Berduka Cita

Bus sekolah tersebut mengalami nasib nahas setelah truk yang sedang mendahului kendaraan lainnya sehingga membentur bus.

IST
Insiden kecelakaan maut yang mengakibatkan sejumlah anak sekolah menjadi korban terjadi di Jl. Raya Tayan - Batang Tarang KM 16, Desa Tebang Benua Kecamatan Tayan Hilir, Kamis (6/2/2020) 

SANGGAU - PT Antam Tbk turut berduka cita dan menyampaikan keprihatinan atas musibah kecelakaan bus sekolah di Desa Tebang Benua, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kamis (6/2/2020).

"Bus sekolah tersebut merupakan salah satu dari 2 bus dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial Perusahaan di bidang pendidikan."

"Antam membantu sarana transportasi bagi pelajar di sekitar wilayah Kecamatan Tayan Hilir dan Toba," kata General Manager Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat, PT Antam Tbk, Anas Safriatna melalui rilisnya, Kamis (6/2/2020).

Dikatakanya, Bus sekolah tersebut mengalami nasib naas setelah truk yang sedang mendahului kendaraan lainnya sehingga membentur bus.

KRONOLOGI Pelajar Tewas Kecelakaan Maut Bus Sekolah Vs Truk di Jalan Raya Tayan-Batang Tarang

Atas terjadinya laka lantas ini telah langsung dalam penanganan kepolisian.

Saat ini sopir truk dan barang bukti telah diamankan di Kepolisian setempat.

Atas kejadian ini terdapat 4 korban luka-luka dan satu meninggal dunia.

Antam telah menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

"Korban meninggal dunia telah di visum oleh Puskesmas Kampung Kawat dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga."

"Adapun empat orang korban luka ringan telah mendapatkan penanganan lebih lanjut dari Puskesmas Kampung Kawat dan telah diperbolehkan pulang ke kediaman masing-masing," jelasnya.

Perusahaan juga mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan berhati-hati saat berkendara agar tidak terulang kembali kejadian yang sama.

Imbauan Kasat Lantas

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil truk dan sebuah bus di Jalan Raya Tayan-Batang Tarang, KM 16 Tayan, Desa Tebang Benua, Kecamtan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kamis (6/2/2020).

Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Anne Trya Sefna mengimbau kepada seluruh pengendara roda dua, empat dan enam.

Apabila mau berputar arah, berbelok, berhenti harus memperhitungkan ruang dan jarak yang aman pada kendaraannya.

"Agar jangan smpai menghambat kendaraan lainnya dan pada saat ditikungan agar mengurangi kecepatan."

"Sehingga juga bisa menguasai kendaraannya apabila didepan ada kendaraan lainnya sehingga tidak mengakibatkan kecelakaan lalu lintas," katanya, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, Tetap patuhi segala aturan tata tertib berlalu lintas agar jangan sampai anda menjadi korban berikutnya.

"Salam keselamatan," ujarnya.

Sebelumnya, AKP Anne juga menjelaskan kronologis kejadian tersebut. 

Diketahui, ranmor R6 L Truk yang kemudikan NH melaju di Jalan Raya Tayan Batang Tarang dari arah Kecamatan Balai menuju Simpang Ampar Tayan Hilir.

"Sesampainya di KM 16 Tayan pada saat setelah melewati tikungan terdapat Ranmor R6 jenis L Truk yang berjalan perlahan melihat hal tersebut pengemudi R6 L Truk NH berusaha mendahului Ran R6 yang berjalan perlahan tersebut,"katanya.

Namun pada saat mendahului terdapat Ranmor R6 Bus yang dikemudikan RB sedang berbelok arah.

Sehingga terjadilah benturan antara R6 L Truk yang dikemudikan NH dan R6 Bus yang di kemudikan RB.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil truk dan bus ini terjadi di Jalan Raya Tayan Hilir-Batang Tarang

Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Anne Trya Sefna membenarkan kejadian laka lantas tersebut.

Laka lantas itu terjadi di perbatasan Tayan Hilir dan Batang Tarang, namun masuk wilayah Tayan Hilir.

"Truk nabrak bus yang mau mutar," katanya.

Lima Siswa Jadi Korban

Akibat kejadian itu, empat siswa yang ada di dalam bis mengalami luka. Sementara satu siswa lainnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolsek Tayan Hilir Iptu Sagi menjelaskan, empat siswa yang mengalami luka adalah, Gloria (11) mengalami luka lecet, Natalia (8) mengalami luka memar di lutut, Kiki (8) mengalami luka memar di kepala, Ari (15) mengalami luka lecet.

Sementara korban meninggal dunia bernama Levin Cristian (9) merupakan warga Desa Tebang Benua Kecamatan Tayan Hilir.

Kapolsek mengungkapkan, kecelakaan itu bermula saat dump truk yang dikemudikan Nurhadi melaju di Jalan Raya Tayan - Batang Tarang dari arah Kecamatan Balai menuju Simpang Ampar, Tayan Hilir.

Saat tiba di KM 16 Tayan setelah melewati tikungan, Nurhadi melihat ada dump truk lain meluncur perlahan.

Melihat hal itu, Nurhadi berusaha mendahului.

Namun, pada saat mendahului truk yang sedang berjalan pelan, terdapat bis sekolah yang dikemudikan Rosbi sedang berbelok arah.

"Sehingga terjadilah benturan antara truk dengan bis berpenumpang anak sekolah," ungkapnya.

Saat ini, kedua sopir sudah diamankan untuk dimintai keterangan. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved