Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Kalbar di Tengah Maraknya Isu Virus Corona

Ia mengatakan, secara umum gambaran pertumbuhan ekonomi di tingkat Nasional pada 2019 tumbuh, meski ada pelambatan.

Penulis: Zulkifli | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat Moh Wahyu Yulianto 

PONTIANAK - Virus corona sudah menimbulkan dampak bagi perekonomian dunia.

Hal ini juga diprediksi terjadi secara Nasional, hingga daerah, tidak terkecuali di Provinsi Kalimantan Barat.

Namun optimisme peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kalbar, harus tetap dibangun, agar tetap menjaga daya beli masyarakat, tetap stabil bahkan tumbuh pada triwulan satu 2020 mendatang.

"Masyarakat memandang tetap optimislah dan kita memang harus punya optimisme bahwa ekonomi kita akan terus tumbuh, tapi melihat situasi global seperti ini, mungkin masyarakat masih menahan membeli barang barang," ujar kepala BPS Kalbar M Wahyu Yulianto di sela-sela press release Berita Resmi Statistik PRDB dan ITK di Kantor BPS Kalbar Rabu (5/2/2020).

Masih Bertumpu Pada Sektor Pertanian, Ekonomi Kalbar Tumbuh 5,00 Persen Sepanjang 2019

Ia mengatakan, secara umum gambaran pertumbuhan ekonomi di tingkat Nasional pada 2019 tumbuh, meski ada pelambatan.

Ini menurutnya banyak faktor, karena perekonomian bersifat kompleks dan banyak yang mempengaruhi, seperti situasi global saat ini adanya virus corona yang menerpa Tiongkok dan sejumlah negara lainya.

"Ekspor kita kalau disana tidak bisa menampung, terganggunya juga disini Kalbar, jadi secara nasional imbasnya juga ke daerah," ujarnya

Kondisi ini, akhirnya akan menyebabkan terjadi kelemahan terhadap arus barang yang masuk, maupun yang keluar.

"Ini sudah menjadi isu bukan hanya nasional tapi isu dunia," ujarnya

Kendati demikian, kepala BPS yang barus saja bertugas di Kalbar ini, tidak dapat memprediksi seberapa besar dampak isu global saat ini, bagi pertumbuhan khususnya di Provinsi Kalbar.

Namun gambaranya dapat terlihat dari fenomena yang dialami perusahaan -perusahaan besar saat ini, sebagai dampak terganggunya ekspor dan impor barang.

"Saya tidak bisa memperidiksi, tetapi fenomena itu akan berpengaruh terhadap ekonomi dunia. Ekonomi Indonesia dan ekonomi daerah., makanya harapan kita, jika itu berbasis ekspor, kita membangun optimisme masyarakat dan menjaga tingkat daya belinya," jelasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved