Pengamat Politik Nilai Pilkada di Bengkayang Masih Ada Residu Sentimen Identitas

Elite politik kita di daerah masih saja mengocok komposisi bakal calon kepala daerah berbasis identitas etnis.

Pengamat Politik Nilai Pilkada di Bengkayang Masih Ada Residu Sentimen Identitas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Pengamat Politik Untan Ireng Maulana 

News Analysis
Pengamat Politik Kalbar
Ireng Maulana

PONTIANAK - Satu diantara pengamat politik di Kalbar, Ireng Maulana menilai jika di Pilkada 2020 yang satu diantaranya ialah di Bengkayang, masih saja ada sentimen identitas.

Berikut penuturannya.

Jika kita nilai, masih ada semacam residu sentimen identitas yang sulit sekali di bilas bahkan menjelang pilkada serentak 2020.

Elite politik kita di daerah masih saja mengocok komposisi bakal calon kepala daerah berbasis identitas etnis.

Golkar Belum Keluarkan Rekomendasi untuk Pilkada Bengkayang, Ini Penjelasan Prabasa

Sayangnya, masyarakat juga jadi ikut menikmati dinamika ini.

Meletakkan polarisasi komposisi bakal kepala daerah melalui identitas etnis tidak menguntungkan sama sekali karena menutup potensi lain yang dimiliki oleh para kandidat.

Masyarakat terafiliasi hanya karena mereka berasal dari suku yang sama namun luput dengan kompetensi, kapasitas, gagasan atau kapabilitas para kandidat.

Semakin mendekati pilkada, masyarakat kemudian menjadi semakin yakin bahwa harus ada representasi etnis mereka dalam komposisi pasangan.

Demikian pula pragmatisme parpol yang ikut menciptakan keharusan politisasi etnis dalam jabatan politik di daerah.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved