Pegawai RSUD dr Soedarso Dinilai Arogan dan Tak Ramah, Anggota DPR RI Usulkan Perombakan
Dirinya secara langsung pernah mengalami hal yang tidak mengenakan ketika mengurus suatu hal di RS Provinsi Kalbar itu.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adrianus Asia Sidot berharap pemerintah dalam hal ini Pemprov Kalbar dapat mengambil langkah-langkah terbaik agar pegawai yang ada di RS. dr. Soedarso segera dilakukan perombakan.
Menurut Mantan Bupati Landak ini, dirinya secara langsung pernah mengalami hal yang tidak mengenakan ketika mengurus suatu hal di RS Provinsi Kalbar itu.
"Khusus untuk rumah sakit dr. Soedarso harus ada perombakan personil yang mendasar. Kesan saya ketika mengurus surat keterangan dokter beberapa waktu yang lalu terkesan dokternya sangat arogan," kata Sidot, Minggu (02/02/2020) kepada Tribun.
Padahal, lanjut dia, saat itu dirinya hanya meminta agar ada beberapa kata disurat dari oknum dokter diperbaiki agar sesuai syarat untuk dirinya menjadi wakil rakyat.
• Saiful Bahri Yakin dengan Komitmen Gubernur Sutarmidji Memajukan RSUD Soedarso
"Hanya diminta memperbaiki beberapa kata, agar sesuai dengan ketentuan KPU dokternya marah-marah. Sikap seperti ini tidak cocok untuk pelayanan publik," katanya.
Bahkan, lanjut, Anggota Komisi X DPR RI ini, dirinya tidak hanya menerima perlakuan yang tak ramah dari oknum dokter, namun juga sejunlah pegawai.
"Bukan hanya dokter, tapi pegawai yang lain pun banyak yang arogan dan tidak ramah."
"Namun mungkin saya keliru dan mungkin hanya saya saja yang mengalami perlakuan seperti itu," tutupnya.
Sutarmidji Optimis RSUD Soedarso
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan tidak perlu khawatir apabila Rumah Sakit di Kota Pontianak ini tidak mau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
Midji mengatakan ke depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso akan jauh lebih bagus dari rumah sakit swasta.
Hal ini disampaikannya usai meninjau kondisi pembangunan Rumah Sakit Soedarso untuk melihat perkembangan pembangunan yang sedang dilakukan saat ini, Kamis (16/1/2020).
“Tidak masalah rumah sakit tidak mau kerjasama nanti gedung ini juga lebih bagus dari swasta dan ruang BPJS lebih banyak dan ruang VIP direhap jadi bangunan couple. Jadi keluarga yang sakit bisa disitu tidak ganggu yang lain,” ujarnya.
Jadi ia katakan jangan takut jika pihak RS swasta tidak melayani BPJS.
Jadi harus bersaing karena gedung ini dibuat dengan APBD dan untuk perawatan juga dana APBD .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rsud-soedarso-penampakan.jpg)