Cap Go Meh
Cap Go Meh Singkawang Diterpa Isu Menyesatkan Virus Corona! Wali Kota Tjhai Chui Mie Angkat Bicara
Masih dalam pesan berbentuk capture dari sebuah chat itu, disampaikan juga bahwa pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Singkawang Selatan.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Cap Go Meh Singkawang Diterpa Isu Menyesatkan Virus Corona! Wali Kota Tjhai Chui Mie Angkat Bicara
CAP GO MEH - Sepekan jelang Cap Go Meh, Kota Singkawang diterpa isu menyesatkan yang menyebut ada pasien terpapar corona di Kota Seribu Kelenteng.
Puncak Cap Go Meh sendiri. pada Sabtu 8 Februari 2020.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bahkan dijadwalkan membuka Festival paling akbar di Kota Amoy tersebut.
Namun, isu liar terkait virus corona membuat jengkel banyak pihak terutama Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
Hingga, Sabtu (1/2/2020) petang WIB, dipastikan tidak ada pasien di Puskesmas atau Rumah Sakit di Singkawang yang terpapar corona.
• Kabar Pasien Virus Corona Dirawat di RSUD Abdul Azis Singkawang Hoaks
Fakta ini sekaligus meng-counter isu corona di Singkawang tersebar via sosial media termasuk grup Whats App (WA).
Seperti diketahui, beberapa waktu terakhir beredar kabar adanya pasien virus corona yang dirawat di RSUD Abdul Azis Singkawang.
Kabar itu tersebar di media sosial Facebook maupun layanan chat Whats App.
Dalam pesan yang tersebar di grup-grup WA dinyatakan, saat ini sudah ada pasien corona di RSUD Abdul Azis.
Masih dalam pesan berbentuk capture dari sebuah chat itu, disampaikan juga bahwa pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Singkawang Selatan.
Saat ini, pasien tengah dibawa menuju RSUD Abdul Azis untuk penanganan lebih lanjut.
Dari perawat RS Abdul Azis langsung, disarankan keluar rumah untuk selalu menggunakan masker. Sebab, di skw udah ade satu “suspect” corona. Pasien di puskesmas selatan, dan mau dirujuk ke RS Abdul Azis. Semoga selalu di dalam lindungan Allah swt.
Demikian satu di antara pesan yang tersebar di grup WhatsApp.
Pesan lainnya, juga tersebar dalam grup-grup Facebook.
Dalam postingan satu akun, informasi itu menyatakan adanya pasien positif corona di Singkawang.
Pasien itu merupakan tenaga kerja asing yang berasal dari Wuhan, China dan saat ini sedang bekerja di PLTU Batu Payung.
Terkait kabar ini, Tribun mencoba melakukan pengecekan langsung ke Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang , dr Barita P Ompusunggu.
Barita menegaskan, kabar yang tersebar itu tidak benar alias hoaks.
"Saya mau meluruskan rumor yang beredar se-Indonesia barusan, bahwa RS Abdul Aziz sedang merawat pasien suspek nCoV.
Itu HOAX. Yang benar, sampai detik ini RS Abdul Aziz belum menerima atau merawat pasien dengan suspek nCoV," kata Barita meneruskan informasi dari pihak RSUD Abdul Azis.
Menurut Barita, memang ada pasien yang dirujuk dari dari Puskesmas Singkawang Selatan.
Namun tidak ada kaitan dengan virus corona. Bahkan suspect-pun bukan.
"Tolong diluruskan ya," pinta Barita kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (1/2/2020) petang WIB.
Apa Itu Virus Corona?
Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan di mana virus ini masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.
Adapun virus ini berasal dari Kota Wuhan, China.
Sementara itu, gejala klinis yang dapat dikenali dari virus 2019-nCov antara lain, demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu.

Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie yakin dan percaya petugas imigrasi Indonesia sudah melakukan antisipasi dengan mengecek satu per satu warga yang datang dari luar negeri ke Indonesia.
Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia.
"Kalau sudah punya virus itu tentu dia tidak boleh masuk di Indonesia," kata Tjhai Chui Mie .
Wako sudah menginstruksikan kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang untuk melakukan antisipasi penyebaran virus.
Sehingga jangan sampai ada warga yang membawa virus ini khususnya ke Kota Singkawang.
"Kepada kita semua terutama Dinas Kesehatan tentu sudah kita imbau dan kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan untuk virus corona ini," kata Tjhai Chui Mie.
• CEK FAKTA - Pasien Virus Corona Dirawat di Singkawang
Tjhai Chui Mie juga merasa gerah atas maraknya postingan sejumlah akun media sosial (Medsos) yang mengandung unsur menakut-nakuti masyarakat dan provokasi terkait virus corona.
Kota Singkawang saat ini menjadi perhatian nasional maupun daerah lantaran akan menggelar Festival Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020 yang melibatkan wisatawan mancanegara.
Chui Mie meminta kepada para pengguna Medsos agar tak mem-posting kalimat-kalimat yang menakut-nakuti masyarakat.
Menurutnya, berdosa jika melakukan perbuatan menakut-nakuti masyarakat.
"Menakut-nakuti membuat orang tidak tenang dan memprovokasi. Itu hal yang tak boleh dilakukan," kata Chui Mie di sela-sela rapat koordinasi (Rakor) lintas instansi kesiapsiagaan merebaknya virus corona yang digelar di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Singkawang, Jl Firdaus, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat.
Ia meminta pengguna Medsos memberikan edukasi dan ketenangan melalui informasi yang benar, bukan menyebar informasi yang justru membuat kepanikan dan ketakutan di masyarakat.
"Kalau ada informasi yang benar silakan masukkan, tapi bukan yang menakut-nakuti," kata Wako.
Chui Mie meminta masyarakat tidak cemas karena dirinya lah yang lebih cemas bila ada masyarakat yang terkena virus corona.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjauhkan dari segala musibah terutama wabah virus corona sehingga tidak masuk ke Kota Singkawang.
"Kita ingin masyarakat Kota Singkawang bisa hidup sehat, aman, dan nyaman," tutur Chui Mie.
Pencegahan
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Diskes) dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Djoko Suratmiarto mengatakan antisipasi pencegahan penularan virus Corona telah dilakukan.
Antisipasi pencegahan untuk warga asing sudah dimulai sejak kedatangan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara maupun pelabuhan.
"Untuk Diskes kabupaten kota tetap siaga antisipasi jika ada kejadian," katanya.
Diskes Kota Singkawang sendiri sudah mengirim surat dan prosedur SOP ke seluruh rumah sakit dan Puskesmas agar tetap siaga terhadap penularan virus Corona.
Hingga saat ini belum ada temuan kasus yang terjadi baik di Kalimantan Barat maupun Kota Singkawang. Pembentukan tim khusus pun belum ada dilakukan.
"Kita cukup antisipasi, mudah-mudahan tidak ada kasus," harapnya.
Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, namun disarankan kalau pergi ke tempat keramaian sebaiknya mengenakan masker.
Optimis Wisatawan Hadiri Cap Go Meh
Ketua Pelaksana Festival Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020 Kota Singkawang, Tjhai Leonardi mengaku optimis dengan hadirnya banyak wisatawan dari mancanegara.
Meski sedang luasnya penyebaran virus Corona di beberapa negara luar negeri, dirinya yakin tidak akan terpengaruh sama sekali dengan kegiatan di Kota Singkawang.
"Saya yakin tidak, apalagi Singkawang tidak ada terpengaruh sama sekali," katanya.
Leonardi mengatakan informasi dari travel tour nasional, sudah banyak wisatawan mancanegara yang membeli tiket. Dari Jakarta juga sudah banyak yang boking. Bahkan panggung Tribun berkapasitas 2 ribu hampir habis terjual, tinggal pawai lampion saja.
Apalagi akan ada 11 Tatung dari negeri Jiran Malaysia yang akan berpartisipasi memeriahkan Cap Go Meh di Kota Singkawang.
Informasi sementara yang diperoleh akan menyusul Tatung dari Singapura dan Taiwan yang akan berpartisipasi memeriahkan Cap Go Meh di Kota Singkawang. "Inilah pertukaran budaya antar bangsa," tuturnya.
Selain itu beberapa kementerian akan hadir menyaksikan pawai Tatung. Begitu juga Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD yang dipastikan hadir.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo katanya kemungkinan hadir membuka pawai Tatung pada festival Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang.
"RI 1 kemungkinan datang, tapi masih tentatif," ungkap Leonardi. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838