Minum Racun Rumput

Fakta Baru Penyebab Pasutri di Sintang Nekad Bunuh Diri Minum Racun Rumput, Sering Cerita Anaknya

Bahkan, korban pada tahun 2019 lalu, juga pernah melakukan upaya bunuh diri, namun berhasil digagalkan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Polsek Tempunak
Pemakaman pasutri yang tewas setelah menenggak racun rumput di Desa Pagal baru dimakamkan berdampingan. Insert : Racun Rumput 

SINTANG - Perlahan, motif yang melatarbelakangi pasangan suami istri bunuh hingga nekat menenggak racun rumput mulai terkuak.

Bahkan, korban pada tahun 2019 lalu, juga pernah melakukan upaya bunuh diri, namun berhasil digagalkan.

"Korban sudah pernah melakukan usaha bunuh diri pada bulan November 2019 namun berhasil diketahui dan digagalkan oleh anaknya," kata Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asrianto, Jumat (31/1/2020).

Menurut keterangan anak korban, kata Indra sebelum kejadian, saksi bersama istri dan anaknya berangkat Sintang untuk menjenguk keponakannya yang dirawat di RS Pratama Sintang sekira pukul 17.30.

Baru 30 menit berada di RS, Supardi mendapat informasi dari Solihin melalui sambung telepon.

Aksi Nekat Pasutri Kakek Nenek Tenggak Racun Rumput Bareng, Meninggal Dunia Selisih 4 Jam

Isi percakapan itu, ayahnya tak sadarkan diri. Anak korban yang sudah berada di Sintang bergegas pulang ke rumah, di Desa Pagal Baru, Kecamatan Tempunak.

"Namun ketika baru sampai di jalan Desa Nenak KM. 10, saksi mendapat telepon kembali dan diberitahu bahwa korban sudah berangkat dari kampung untuk dibawa ke RSUD Ade M. Djoen Sintang sehingga saksi tidak jadi pulang ke Pagal Baru dan langsung mendatangi RSUD untuk menunggu kedatangan korban," kata Indra.

Kedua ayah dan anak ini bertemu di RSUD Ade M Djoen, Sintang. Korban, mengeluh tubuhnya panas.

"Lalu anak korban bertanya, 'bapak kenapa kok bisa berbuat seperti ini?' Korban hanya diam saja," ungkap Indra.

Dari sejumlah keterangan saksi, sebelum terjadi peristiwa bunuh diri, menurut saksi, korban tidak ada mempunyai masalah dengan orang lain ataupun tidak ada masalah dengan ekonomi atau hutang.

Dan korban tidak pernah menceritakan ada masalah kepada saksi.

"Dari penuturan tetangga, saksi mengetahui bahwa korban sering bercerita tentang anak pertama dan keduanya yang sudah bertahun - tahun tidak pulang ke rumah dan tidak diketahui keberadaannya," ungkap Indra.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved