Peningkatan Listrik Desa Hingga Gas LPG Jadi Perhatian Komisi IV dan Dinas ESDM

Ia pun menjelaskan jika telah memaparkan sejumlah potensi yang ada di Kalbar mulai bauksit, batu bara, emas, logam, non logam hingga zircon.

Peningkatan Listrik Desa Hingga Gas LPG Jadi Perhatian Komisi IV dan Dinas ESDM
TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
FOTO BERSAMA - Anggota Komisi IV DPRD Kalbar foto bersama dengan jajaran Dinas ESDM usai melaksanakan rapat dengar pendapat di ruang pimpinan DPRD Kalbar, Kamis (30/01/2020). 

PONTIANAK - Komisi IV DPRD Provinsi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalbar sepakat untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kalbar.

Hal ini ditegaskan usai rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Kalbar dengan Dinas ESDM di ruang pimpinan DPRD Kalbar, Kamis (30/01/2020).

"Kita sangat mendukung terkait dengan kondisi Kalbar saat ini, terkait rasio elektrifikasi ini harus kita percepat segera bagaimana masyarakat bisa menikmati aliran listrik setiap rumah tangga, karena sekarang masih 86 persen, ada sekian persen yang belum," kata Plt Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Sy Kamaruzzaman.

Komisi IV DPRD Sambas Usulkan Tambahan Kuota LPG 3 Kilogram

"Ini kaitannya juga kita mensinergikan Pemerintah, DPR dan pemangku kepentingan, mandat ini adalah PLN dan disepakati kita akan undang PLN untuk bisa memberikan informasi terkait dengan program kedepan untuk segera mewujudkan agar elektifikasi di Kalbar tuntas dalam waktu dekat," tambah dia.

Sebelumnya, dijelaskannya jika terkait dengan program kegiatan bagaimana ESDM dengan core bisnisnye terkait minerba, kelistrikan, geologi dan energi untuk bisa mempercepat terkait dengan pembangunan Kalbar.

Ia pun menjelaskan jika telah memaparkan sejumlah potensi yang ada di Kalbar mulai bauksit, batu bara, emas, logam, non logam hingga zircon.

"Kita berada diposisi kaitannya pembangkit listrik tenaga surya dan mikro hidro berdasarkan potensi yang ada. Tapi, kalau untuk jaringan listrik itu kewenangannya ada di PLN," papar dia.

Selain itu, Sy Kamaruzzaman juga mengungkapkan jika pihaknya memaparkan terkait pelayanan kebutuhan masyarakat dalam hal ini LPG 3 KG.

Hal ini karena, kata dia, di Kalbar pernah terjadi kelangkaaan gas LPG.

"Kita tidak ingin kedepan LPG menjadi problem kembali sehingga kita akan menguraikan persoalan ini dengan mengundang pihak terkait agar taat sasaran dan taat manfaat," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved