Pawang Ular di Kalbar Meninggal , Panji Petualang Disalahkan dan Putuskan Lepas King Kobra Garaga
Melalui vlog berjudul 'Pencarian Aoda Dihentikan Garaga Akan Dilepaskan!!', Panji Petulang menyampaikan pesan penting pada masyarakat Indonesia
TRIBUN PONTIANAK - Belakangan ini nama Panji erat dikaitkan dengan meninggalnya seorang pawang ular yang ada di Kalimantan Barat.
Pasalnya, Pawang ular di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah bernama, Norjani yang berusia sekitar 70 tahun ini diduga meninggal dunia setelah dipatuk ular berbisa mematikan pada Sabtu (25/1/2020) lalu.
Bahkan, Panji yang dikenal dengan aksi-aksinya menaklukan ular berbisa dan kerap bermain dengan ular peliharaannya yang diberi nama, Garaga ini sempatr membuat postingan media sosialnya terkait peristiwa di Kalbar.
Selain itu, banyak pula netizen yang menghakimi Panji, bahwa aksi-aksinyalah yang ditiru oleh masyarakat untuk bermain dengan ular yang sangat mematikan itu.
Melalui vlog berjudul 'Pencarian Aoda Dihentikan Garaga Akan Dilepaskan!!', Panji Petulang menyampaikan pesan penting pada masyarakat Indonesia. Hal ini berkenaan tudingan yang menyalahkan dirinya.
Masalah itu membuat Panji Petualang membuat keputusan berat, yaitu melepaskan ular king kobra bernama Garaga ke alam.
Setelah memberikan pengumuman itu, Panji Petualang juga memberikan imbauan kepada warganet yang menonton channel Youtube-nya.
Ia mengimbau kepada para orangtua atau orang dewasa untuk tetap mengawasi aktivitas anak atau saudara yang masih kecil.
Selain itu, ia juga memberikan peringatan agar melarang anak-anak untuk menangkap ular liar di alam.
Menurutnya, anak kecil belum tahu ular mana yang bahaya dan tidak sehingga itu akan membahayakan.
Panji Petualang juga menyebut, jika masih ada lagi kasus berbahaya anak bermain ular dari alam lalu berasalan karena meniru tayangannya, ia meminta agar tidak menyalahkan lagi menyalahkan Panji sebagai konten kreator Youtube.
Seperti diketahui, Panji Petualang memang kerap memberikan konten edukasi dan informatif terkait satwa, khususnya reptil, seperti ular, biawak, dan lain-lain.
Peringatan tersebut tak hanya diucapkan Panji melalui kata-kata, ada juga tulisan yang terpampang pada videonya.
Dalam hal ini, Panji Petualang juga menyebut sebenarnya channel Youtube-nya ini bukan untuk tontonan anak kecil.
Ia berpesan jika ada anak yang menonton harus berada dalam pengawasan dan bimbingan orangtua.