Mengenang Johny Indo: Perampokan Emas, Kabur dari Nusakambangan, Artis hingga Berdakwah

Akan tetapi, sebelum menjadi aktor papan atas, Johny Indo merupakan seorang perampok toko emas d

Tayang:
Editor: Nasaruddin
SRIWIJAYA POST/WELLY HADINATA
Johnny Indo saat ditemui di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (11/7/2017). 

Artis senior Johnny Indo meninggal dunia, Minggu 26 Januari 2020 pukul 07.42 WIB.

Kabar meninggalnya Johny Indo dibenarkan cucunya, Santa saat dihubungi pada Minggu (26/1/2020).

Johny Indo sempat menjalani operasi hernia yang kemudian membuat kondisinya tidak stabil.

Usai operasi tersebut membuat Johny Indo kerap kali jatuh.

“Dia sakitnya cuma hernia sama jatuh, abis operasi hernia itu kurang lebih sebulan. Karena anak-anaknya kerja, dia mungkin di rumah mau ambil apa-apa jatuh. Mulai dari situ enggak bisa bangun, sakit,” kata Santa kepada Kompas.com.

Selain itu, menjalani hari tuanya, Johny Indo juga sudah sulit berjalan hingga kesulitan untuk mengingat.

Kabar Duka, Aktor Senior Johny Indo Dikabarkan Meninggal Dunia

“Dia kan sudah pikun, jalan sudah susah. Namanya usia kan, sempat bangun, napasnya udah engap-engapan gitu,” ucapnya lagi.

Nama Johny Indo menjadi salah satu aktor yang punya nama pada era 1980an.

Johny pernah membintangi beberapa judul film yang melambungkan namanya seperti Badai Jalanan.

Akan tetapi, sebelum menjadi aktor papan atas, Johny Indo merupakan seorang perampok toko emas di Jakarta.

Johny Indo awalnya dikenal sebagai perampok toko emas di Jakarta dan sekitarnya pada era tahun 1970-an yang dilakukan pada siang hari bersama kelompoknya Pachinko, kependekan dari Pasukan China Kota.

Aksi paling terkenal Johnny Indo adalah merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979.

Johny Indo berhasil ditangkap di Sukabumi setelah kelompok Pachinko lebih dulu ditangkap. 

Johny Indo kemudian dijatuhi hukuman penjara 14 tahun dan dijebloskan ke penjara Nusakambangan.

Namun baru tiga tahun menjalani hukuman, ia dan rekannya berjumlah 34 orang berusaha melarikan diri dari Nusa Kambangan, tetapi kemudian ia berhasil ditangkap setelah bertahan selama 12 hari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved