Kaum Perempuan Diminta Berani Maju Pilkada 2020

Walaupun memang diakuinya, perempuan dan politik masih menjadi suatu hal yang menarik dalam setiap pembahasan di setiap kalangan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kabid Kajian Politik Perempuan Pokja Rumah Demokrasi, Elfira Apriyanti 

PONTIANAK - Kabid Kajian Politik Perempuan Pokja Rumah Demokrasi, Elfira Apriyanti berharap kaum perempuan dapat mengambil andil dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di tujuh Kabupaten di Kalbar.

Walaupun memang diakuinya, perempuan dan politik masih menjadi suatu hal yang menarik dalam setiap pembahasan di setiap kalangan.

Pembahasan itu, lanjutnya, mulai dari bagaimana mewujudkan 30 persen agar bisa terpenuhi.

Termasuk bagaimana peran parpol yang berusaha mencari kader perempuan agar lolos dalam pemilu.

"Perempuan hari ini sebagai pelengkap saja namun tidak ada keseriusan dari parpol dalam meningkatkan dan memperluas kesempatan bagi setiap perempuan dalam mengambil keputusan, demokrasi politik yang baik sudah seharusnya perbedaan gender tidak terus terjadi dalam dunia publik khususnya di dunia politik, perempuan harus mengambil peran itu," katanya, Jumat (24/01/2020).

Menurutnya, kaum perempuan sudah cukup banyak yang mampu berkontestasi di dunia politik, hanya saja perlu lebih banyak dorongan-dorongan dari pihak pihak terkait terutama keseriusan di partai politik dalam melamar kader perempuan yang benar-benar sudah diberikan kesiapan.

Hamdi Jafar Daftar Balon Bupati Kapuas Hulu ke Partai Demokrat di Pilkada 2020

Walaupun memang, lanjutnya, kaum perempuan juga harus punya kesadaran dalam meningkatkan kualitas aktivis perempuan dalam dunia pendidikan, karena bagaimanapun pendidikan merupakan sarana utama bagi perempuan agar melek politik.

"Saya rasa juga yang paling terpenting dorongan untuk setiap perempuan yang ingin maju dalam pemilu tentu harus ada kesiapan baik moril atau materil, kesiapan moril bagaimana kaum perempuan dapat sigap memahami permasalahan yang di alami oleh kaum perempuan itu sendiri dan juga masyarakat umum lainnya," katanya.

Selain itu, menurutnya, kaum perempan harus mampu dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga tau keperluan oleh masyarakat itu sendiri.

Tentu, lanjutnya, juga kesiapan materil tentu menjadi sarana yang paling penting untuk keberlangsungan operasionalnya.

Terlebih, ajang kompetisi politik diakui sebagai proses sirkulasi pergantian pemimpin dan sampai saat ini juga diakui oleh bangsa dan negara dengan tujuan yang sama yaitu memperlancar demokrasi di Indonesia demi menciptakan kondisi pemerintah yang dinamis, stabil secara sosial politik serta ada keseimbangan sistem kerja antara pemimpin dan pengikut.

"Bagaimanapun setiap pemimpin sudah semestinya mengalami pergantian agar setiap regenerasi dapat dikatakan berjalan dengan baik," katanya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved