Tjhai Chui Mie Tinjau Jembatan Roban Kok, Sebut Akan Segera Diperbaiki
"Imbauan untuk warga di sekitaran Roban Kok, mohon selalu berhati-hati untuk melewati jembatan yang ada," katanya.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meninjau jembatan Roban Kok di Jalan Roban Kok, Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Rabu (22/1/2020).
Peninjauan didampingi Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo dan Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang beserta jajaran dinas terkait.
"Imbauan untuk warga di sekitaran Roban Kok, mohon selalu berhati-hati untuk melewati jembatan yang ada," katanya.
Chui Mie mengatakan jembatan rusak akibat abrasi yang disebabkan oleh alam.
Hujan deras yang turun beberapa hari dan kondisi jembatan yang telah lama menjadi satu di antara faktor kerusakan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melalui dinas terkait akan segera menindaklanjuti dan memperbaiki jembatan tersebut.
• Gerak Cepat, BPBD Sintang Tinjau Kondisi Jembatan Darurat di Tempunak
"Dinas terkait kami Pemerintah Kota Singkawang akan segera menindaklanjuti perbaikan jembatan tersebut," ucap Chui Mie.
Jembatan Roban Kok yang menghubungkan Pasar Kulor dengan Roban Kok terlihat putus dan tak tersambung dengan jalan pada bagian pinggir.
Papan kayu belian dibentang pada antara jalan yang putus agar bisa dilewati kendaraan roda dua.
Ketua RT 15, RW 5 Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, Bong Men Kiun mengatakan jembatan rusak terjadi Minggu (19/1/2020) sekitar pukul 23.00 wib saat hujan deras.
"Tadi malam, warga melapor," katanya.
Warga tersebut sebelumnya telah melewati jembatan yang telah dibangun sejak 8 tahun lalu, namun saat hendak balik jembatan rusak dan tak bisa dilewati.
Tidak ada korban jiwa dalam kerusakan jembatan. Agar dapat dilewati warga berinisiatif memasang papan kayu belian agar dapat dilewati.
"Kalau roda dua bisa lewat, roda empat tidak bisa karena jembatan goyang," tuturnya.
Ada dua RT yakni RT 15 dan RT 16 yang terhubung jembatan dengan jumlah 100-an kepala keluarga (KK) dan sekitar 500-an jiwa.