Polisi Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Sumur Pantek

Setelah melalui proses panjang dan melakukan pemeriksaan terhadap 44 saksi serta dilakukan audit oleh pihak BPKPB.

Polisi Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Sumur Pantek
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Kasat Reskrim Polres Ketapang, Akp Eko Mardianto 

KETAPANG - Polres Ketapang resmi menetapkan HS sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sumur pantek di dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) tahun anggaran tahun 2015.

Mantan Kabid Pengelolaan Lahan dan Air tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga terlibat dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp 1,5 Miliar.

Kapolres Ketapang, AKBP RS Handoyo melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengaku penetapan tersangka terhadap HS setelah dilakukan proses penyidikan dan gelar perkara pihaknya beberapa waktu lalu.

“Hasil gelar perkara ditetapkan PPK proyek tersebut dengan inisial HS sebagai tersangka. Kita juga telah mengirim SPDP ke Kejaksaan pada Jum’at (17/01/202) kemarin,” kata Eko, Selasa (21/01/2020).

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Bupati Bengkayang Sebut Tuntutan JPU Tak Logis

Eko menjelaskan, kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan sumur pantek tahun anggaran 2015 di Distanak tersebut sebelumnya naik menjadi LP polisi sejak bulan mei 2019 lalu.

Setelah melalui proses panjang dan melakukan pemeriksaan terhadap 44 saksi serta dilakukan audit oleh pihak BPKPB ditemukan adanya kerugian negara akibat pembangunan tersebut.

“Kerugian negara totalnya sekitar Rp 1,5 Miliar, memang sudah ada dikembalikan sekitar Rp 500 juta sampai Rp 600 juta namun hal tersebut tentunya tidak menghapus pidana yang ada,” terangnya.

Untuk itu Eko menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta terus melakukan pengembangan terkait kasus ini untuk memastikan adanya keterlibatan pihak lain dan kemungkinan adanya tersangka lain nantinya.

“Kemungkinan ada tersangka lain, kita lihat proses lebih lanjutnya,” tandasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved