Dugaan Tipikor Suryadman Gidot

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Bupati Bengkayang Sebut Tuntutan JPU Tak Logis

Sementara itu, untuk 2 terdakwa lainnya yakni Rodi dan Ateng masih menunggu giliran pembacaan tuntutan atas dirinya.

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Mantan Bupati Bengkayang Sebut Tuntutan JPU Tak Logis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Suasana persidangan 4 orang dari pihak swasta kasus suap bupati Bengkayang di pengadilan negeri Tipikor Pontianak. Selasa (7/1/2020). 

PONTIANAK - Pandus dan Bun Xi Fat terdakwa kasus korupsi Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dituntut 2 tahun penjara dan dengan Rp 50 juta rupiah, saat sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Pontiana, Selasa (7/1/2020).

Sementara itu, untuk 2 terdakwa lainnya yakni Rodi dan Ateng masih menunggu giliran pembacaan tuntutan atas dirinya.

Zakarias, penasehat hukum dari terdakwa Pandus, menyatakan bahwa pihaknya selaku penasehat hukum menilai bahwa tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum tidak tepat dan tidak logis kepada kliennya.

Ia menekankan bahwa kliennya merupakan korban pada kasus ini.

"Kita akan melakukan pembelaan pada tahap Pledoi, kita akan tetap meminta kepada majelis hakim bahwa terdakwa untuk di bebaskan, karena intinya terdakwa inikan korban penipuan, bukan kasus gratifikasi,"ujarnya.

Zakarias menyampaikan dalam kasus ini, kliennya tidak memiliki niat untuk menyerahkan uang, namun di mintai uang.

Sidang Lanjutan Kasus Peladang di Sintang, JPU Hadirkan Dua Orang Saksi Ahli

"Beda halnya dengan kasus OTT yang lain, perkara yang saya tangani ini agak unik dan beda, dimana si terdakwanya dimintai sama pejabat sejumlah uang, lainnya halnya sama OTT yang lain, mereka kan berusaha mendekati pejabat untuk menyerahkan uang, jadi pendapat kita yang penting kita minta bebaskan lah,"paparnya.

Pihaknya pun akan berupaya untuk mencari dalil - dalil, teori serta fakta hukum yang menguatkan bahwa kliennya merupakan korban.

"Suap inikan orang yang ingin menyerahkan yang untuk mendapatkan sesuatu, Inikan tidak punya niat, yang punya niatkan pejabatnya, menjanjikan sesuatu yang tidak ada, beda halnya kalau barang itu ada, kalau barang itu ada, juga inisiatif nya ini kan dari pejabat, inikan sama sekali tidak ada objeknya, sesutu yang di janjikan pejabat ini tidak ada, nol nihil,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved