Indonesia Masters 2020
Ratchanok Intanon Tambah Rekor Hattrick Carolina Marin Seusai Gagal Juara Indonesia Masters 2020
Ratchanok Intanon menambah rekor gagal Carolina Marin menjadi tiga kali atau hattrick ketika berhasil menjadi juara Indonesia Masters 2020.
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Muhammad Firdaus
Tunggal putri asal Thailand, Ratchanok Intanon menambah rekor gagal Carolina Marin menjadi tiga kali atau hattrick ketika berhasil menjadi juara Indonesia Masters 2020.
Intanan, yang merupakan tungga putri berperingkat lima dunia tersebut sukses mengalahkan Marin dengan skor 21-19, 11-21, 21-18, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020) sore.
Marin yang merupakan peraih emas Olimpiade 2016 di Brazil itu kalah pada pertandingan ketat dalam rentang waktu 1 jam 20 menit.
Pebulutangkis Spanyol itu pun kembali gagal mewujudkan ambisinya yang selalu lolos ke final Indonesia Masters dalam tiga tahun terakhir.
Sedangkan bagi Intanon, capaian ini sekaligus mempertegas dominasinya atas Marin dengan catatan tujuh kali kemenangan dari 11 pertemuan yang telah berlangsung.
• Marcus/Kevin vs Ahsan/Hendra di Final Indonesia Masters 2020, The Daddies Terakhir Kali Menang 2016
Jalannya Pertandingan
Carolina Marin berhasil membuka angka terlebih dahulu pada gim pertama untuk unggul atas Intanon.
Perlawanan ditunjukkan oleh Intanon untuk menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya setelah pukulannya gagal dibendung dengan sempurna oleh Marin.
Baca Juga: Indonesia Masters 2020 - Anthony Tak Pikirkan Beban Mr Runner-up
Pertandingan berjalan sengit tatkala kedua tunggal putri tersebut saling bergantian mencetak angka untuk menyamakan kedudukan.
Setelah saling bergantian mencetak angka, Intanon akhirnya merebut interval pertama dengan skor 11-9 setelah pukulan Marin hanya melebar keluar lapangan.
Selepas jeda, sebuah sergapan dari Marin yang gagal dikembalikan Intanon membuat wakil Spanyol itu menambah satu angka untuk menipiskan kedudukan.
Namun demikian, Intanon kembali menambah angka melalui netting yang kurang sempurna dari Carolina Marin.
Carolina Marin harus jatuh bangun mengamankan wilayahnya dari gempuran-gempuran yang terus dilakukan Intanon.
Pertandingan sempat dihentikan sementara setelah Carolina Marin mengeluhkan kondisi tangan kanannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bwfmediafaf.jpg)