Breaking News:

Tanggapi Terkait Data Kependudukan, Kadafi: Ini Warning Bagi Disdukcapil dan BPS Kalbar

Jadi nanti, Sensus Penduduk 2020 harus mengkolaborasikan antara data statistik hasil sensus dengan data versi administrasi kependudukan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua PKC PMII Kalbar Mu'ammar Kadafi 

PONTIANAK- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat angkat bicara terkait Data Kependudukan dan Keluarga di Kalbar yang di nilai masih semrawut antara BPS dan Disdukcapil Provinsi Kalbar.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua PKC PMII Kalbar Mu'ammar Kadafi.

Kadafi mengatakan bahwa baru-baru ini Gubernur Kalbar merasa kecewa dengan kinerja data penduduk dan keluarga yang dilakukan oleh Disdukcapil dan BPS karena dinilai tidak beres.

"Kami senada dengan pernyataan Gubernur karena memang banyak sekali kasus-kasus data penduduk yang masih tumpang tindih, (data kemiskinan, data ganda, dan lainnya," ujarnya, Kamis (16/1/2020).

Ia berharap dalam waktu dekat Gubernur memanggil dinas terkait agar dilakukan evaluasi kinerja sehingga kedepannya data penduduk yang dihasilkan selaras dengan kondisi dilapangan.

Kadafi menegaskan karena data terkait penduduk dari Disdukcapil basicnya E-KTP dan NIK sudah jelas.

Sampai anak yang baru lahir pun sudah ada NIK dan itu akurat, jadi sudah tidak perlu ada lagi yg namanya semrawut soal data penduduk dan timpang tindih, Lebih-lebih pada tahun ini menjadi tahun dilaksanakannya sensus penduduk.

Sutarmidji: Data Kependudukan dan Keluarga di Kalbar Antara BPS dan Disdukcapil Tak Beres

PKC PMII Kalbar berharap kegiatan rutin 10 tahun sekali tersebut menjadi momentum untuk mewujudkan satu data kependudukan di Indonesia.

"Sensus Penduduk 2020 adalah momentum awal, sehingga ke depannya nanti tidak ada lagi dualisme mengenai data kependudukan," ujar Mu'ammar Kadafi yang juga merupakan Mahasiswa Pascasarjana Fisipol Universitas Tanjungpura tersebut.

Dia juga mengungkapkan, data kependudukan saat ini disebut dualisme karena adanya dua instansi yang memilikinya. Yakni, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan BPS.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved