Tanjungpura Permai Geger

Ahli Forensik Beberkan Hasil Pemeriksaan Temuan Mayat di Tanjungpura Permai Kubu Raya

Selanjutnya, ahli forensik satu-satunya di Kalbar itu juga menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan.

Ahli Forensik Beberkan Hasil Pemeriksaan Temuan Mayat di Tanjungpura Permai Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Ahli forensik Kalbar, dr. Monang Siahaan M. Ked (For), Spf(putih) saat ditemui awak media di RS Bhayangkara/Anton Sujarwo Pontianak, Senin (13/1/2020). 

PONTIANAK - ahli forensik Kalbar, dr. Monang Siahaan M. Ked (For), Spf mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap jasad laki-laki yang ditemukan terbujur kaku di kamar rumahnya, korban telah meninggal dunia sekira 2 sampai 3 hari.

Diketahui bahwa korban ditemukan warga di kamar rumahnya yang terletak di Komplek Tanjungpura Permai, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (13/1/2020).

"Dari kondisi tubuh yang dilihat, Kita lihat muncul yang namanya aroma, artinya apa jenazah ini sudah meninggal 2 sampai 3 hari," ungkapnya.

Selanjutnya, ahli forensik satu-satunya di Kalbar itu juga menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

KRONOLOGI Penemuan Mayat di Entikong, Cerita Terakhir Korban dan Kecurigaan Pemilik Penginapan

"Kemudian, dari tanda - tanda trauma, memar, atau luka, atau sebagainya, tidak kita jumpai," katanya.

Monang menyampaikan bahwa dari temuan obat-obatan oleh anggota kepolisian di sekitar tubuh korban, obat tersebut merupakan obat legal yang berhubungan dengan jantung.

"Dari hasil temuan barang bukti yang ditemukan disekitar TKP, ada beberapa obat - obatan terapi yang resmi artinya legal, memang dijual di apotek, yaitu domainnya obat - obat yang berhubungan dengan jantung,

Terkait kondisi tubuh korban yang ditemukan dalam kondisi bagian kepala membiru dan keluar cairan merah dari hidung korban, dr. Monang pun memberikan penjelasan.

"Itu begini, Ciri - ciri awal yang mulai mengalami pembusukan itu yang pertama muncul aroma, yang kedua, pembuluh darah disekitar itu melebar seperti jaring laba - laba, yang ketiga kulitnya mulai mengelupas-lupas, yang keempat, dari hidungnya muncul cairan kemerahan, merah itu artinya bukan merah seperti darah, tapi itulah yang namanya cairan pembusukan, kulit kepala yang mulai berwarna kemerahan tadi, itulah juga yang merupakan awalnya pembusukan," jelasnya.

Petrus Johan Tewas di Kamarnya

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved