Himpunan Nelayan Singkawang Khawatir Masuk Wilayah Luar Saat Melaut

Namun para nelayan khawatir masuk ke wilayah luar saat melaut karena jaring yang dibuang hanyut terbawa arus.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Ilustrasi Melaut 

SINGKAWANG - Wakil Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Kota Singkawang, Zulkarnaen mengatakan hingga saat ini dirinya belum mendengar adanya keluhan dari nelayan yang melaut dengan kondisi perairan Natuna yang sedang berkonflik dengan Tiongkok.

Namun para nelayan khawatir masuk ke wilayah luar saat melaut karena jaring yang dibuang hanyut terbawa arus.

"Kalau kekhawatiran saya pikir pasti ada. Takut masuk ke wilayah luar saat melaut karena saat menjaring tetap hanyut," katanya, Selasa (7/1/2020).

Ada sekitar 1.300-an nelayan di Kota Singkawang baik yang memiliki kapal kecil hingga besar.

Perairan Natuna Diklaim China, Moeldoko Komentari Beda Pendapat Prabowo Subianto & Susi Pudjiastuti

Kapal paling kecil yang dimiliki nelayan Singkawang dibawah 5 Gross Tonnage (GT), dan yang paling besar di atas 30 GT.

Para nelayan umumnya hanya melaut hingga di wilayah perairan Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.

Sementara nelayan yang melaut hingga ke perairan Natuna sangat jarang.

Hanya kapal di atas 30 GT saja yang mampu melaut hingga ke sana.

Di Singkawang sendiri hanya ada 4 buah kapal milik perorangan yang di atas 30 GT.

"Kalau nelayan kita melaut hingga ke perairan Natuna jarang."

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved