Himpunan Nelayan Singkawang Khawatir Masuk Wilayah Luar Saat Melaut
Namun para nelayan khawatir masuk ke wilayah luar saat melaut karena jaring yang dibuang hanyut terbawa arus.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINGKAWANG - Wakil Ketua Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) Kota Singkawang, Zulkarnaen mengatakan hingga saat ini dirinya belum mendengar adanya keluhan dari nelayan yang melaut dengan kondisi perairan Natuna yang sedang berkonflik dengan Tiongkok.
Namun para nelayan khawatir masuk ke wilayah luar saat melaut karena jaring yang dibuang hanyut terbawa arus.
"Kalau kekhawatiran saya pikir pasti ada. Takut masuk ke wilayah luar saat melaut karena saat menjaring tetap hanyut," katanya, Selasa (7/1/2020).
Ada sekitar 1.300-an nelayan di Kota Singkawang baik yang memiliki kapal kecil hingga besar.
• Perairan Natuna Diklaim China, Moeldoko Komentari Beda Pendapat Prabowo Subianto & Susi Pudjiastuti
Kapal paling kecil yang dimiliki nelayan Singkawang dibawah 5 Gross Tonnage (GT), dan yang paling besar di atas 30 GT.
Para nelayan umumnya hanya melaut hingga di wilayah perairan Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.
Sementara nelayan yang melaut hingga ke perairan Natuna sangat jarang.
Hanya kapal di atas 30 GT saja yang mampu melaut hingga ke sana.
Di Singkawang sendiri hanya ada 4 buah kapal milik perorangan yang di atas 30 GT.
"Kalau nelayan kita melaut hingga ke perairan Natuna jarang."
"Paling 3 sampai 4 buah karena itu kapal diatas 30 GT, yang lain tidak bisa karena kecil," ungkapnya.
Pada cuaca normal para nelayan melaut dari pukul 04.00 hingga 12.00 wib dengan dua kali menjaring.
Sedangkan kalau cuaca buruk biasa mulai pukul 05.30 hingga 09.00 dengan satu kali jaring.
Meski cuaca buruk para nelayan tetap melaut, namun hasil yang didapat tentu berkurang karena hanya satu kali menjaring ikan.
"Hari-hari normal biasa kita dua kali membuang jaring, ini hanya satu kali karena kalau siang anginnya sudah kuat turun. Jam 10 angin sudah mulai kuat," tuturnya.
Zul berharap konflik di perairan Natuna yang menjadi urusan pemerintah pusat bisa segera selesai dan cuaca buruk cepat berlalu. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nelayan-ketapang_20170305_143051.jpg)