POPULER - Respon Diplomatis Sutarmidji Saat Dapat Dorongan dari Retno Masuk Pengurus PPP

Bahkan Retno mendorong Sutarmidji agar bersedia masuk kepengurusan di DPP PPP.

Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan kata sambutan dan arahanya dalam acara pembukaan Diseminasi Wakil Kepala Daerah Kabupaten/kota se Kalimantan Barat di hotel Aston Pontianak, Selasa (17/12/2019). 

PONTIANAK - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati hari lahirnya ke-47 pada Minggu (5/1).

Pada momen ini, Ketua DPW PPP Kalbar Retno Pramudya mengajak Gubernur Kalbar Sutarmidji untuk kembali bersama membesarkan PPP.

Bahkan Retno mendorong Sutarmidji agar bersedia masuk kepengurusan di DPP PPP.

Apa respon Sutarmidji? Ia pun menjawab dengan diplomatis. “Saya mengucapkan selamat Milad untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke 47,” katanya saat dihubungi Tribun.

Sutarmidji menyatakan sampai hari ini, ia belum berlabuh pada partai manapun. Ia memang kader dan pengurus PPP Kalbar beberapa waktu lalu.

Bahkan ia mengawali karir politik pada partai berlambang Ka'bah ini. "Saya sampai hari, ini belum berlabuh dengan partai manapun," ujar Midji saat diwawancarai.

Namun, Midji mengakui bahwa dirinya dekat dengan semua partai dan ia enjoy dengan posisi itu sekarang. Saat ini ia menyatu dengan semua partai untuk membangun Kalbar.

"Label PPP melekat pada diri saya, dimanapun dan arah politik saya. Tidak harus di dalam kepengurusan," jelasnya.

Terpilih sebagai gubernur diakuinya adalah puncak perjalanan karier politiknya. Bahkan kartu anggota PPP dirinya sejak tahun 1981, jadi di dunia politik ia sudah 39 tahun.

DPP PPP Akan Carikan Posisi Untuk Sutarmidji

"Selamat Milad PPP, semoga tetap ada sepanjang masa," doanya.

Ia menjelaskan PPP, sebetulnya partai yang punya basis masa fanatik yang luar biasa.

PPP lolos parlementary treshold bukan dari jumlah anggota DPR, tapi dari jumlah suara pemilih. Cobaan terberat PPP adalah ketika ketua umumnya dimasa kampanye terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

"PPP tak boleh jauh dari ulama dan perlu menyatukan kader intelektual untuk menggelorakan agar PPP kembali jaya," sarannya.

Midji meminta para pengurus menghilangkan ego kelompok. Partai perlu kader, perlu pendukung, kesalahan dalam mengelola partai adalah ketika merasa tak perlu orang lain.

Ditanya mengenai dorongan DPW PPP Kalbar untuk dirinya agar masuk di DPP PPP, Midji menegaskan masih enjoy dengan posisi sekarang ini.

"Saya komunikasi dengan siapapun baik, termasuk dengan Pak Suharso Monoarpa. Komunikasi tetap dijaga," pungkasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved