Alda dan Erwinsyah Wakili Kalbar di Ajang Nasional Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia

kegiatan ini merupakan ajang yang sangat bermanfaat dalam melestarikan budaya kepada para milenial,

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Alda dan Erwinsyah Wakili Kalbar di Ajang Nasional Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia 

PONTIANAK- Pemilihan Putra Putri Tenun Songket Indonesia (PPPTSI) 2019 telah memilih 30 pasang finalis dari 30 daerah di Indonesia.

Dimulai tanggal 18 - 20 Desember 2019, para finalis tersebut berkumpul di Jakarta untuk memasuki masa karantina yang ditempatkan di Aryaduta Suites Semanggi, Jakarta Pusat.

Kalimantan Barat, juga ikut mengirimkan putra dan putri terbaiknya dalam ajang tersebut. Perwakilan ajang tersebut di wakilkan oleh Alda Ananda Putri dan Erwinsyah.

Dalam masa karantina, para finalis akan mendapat berbagai materi pembekalan, baik bertema umum tentang public speaking, kepribadian, hingga cara berdandan.

Seperti dikatakan oleh Hamdy Syarief sebagai HS’production, ia diminta oleh tim PPTSI untuk mengirim kandidat dalam pemilihan Putra Putri Tenun Dan songket Indonesia 2019 pada 23 November lalu.

Sekda Sintang Dorong Penenun Olah Kain Tenun Jadi Kerajinan Tangan

"Sebagai warisan budaya Nusantara, kegiatan ini merupakan ajang yang sangat bermanfaat dalam melestarikan budaya kepada para milenial," tuturnya.

Sehingga lanjutnya, ia pun memilih Alda yang berasal dari Singkawang dengan gelarnya sebagai Putri Pariwisata Kota Singkawang 2019 dan pernah menjajaki prestasi pengibar bendera Paskibraka 2019 di Istana Negara.

Serta pemilihan Putra yang diwakili oleh Erwinsyah merupakan pria asal Pontianak yang memiliki prestasi sebagai penerima exchange student di Universitas Malaysia Perlis 2016 dan meraih prestasi beasiswa terbaik di Prancis tahun 2017. Saat ini ia juga berprofesi sebagai Pengusaha Muda.

Hamdy melanjutkan, putra dan putri perwakilan Kalbar ini nantinya akan mempromosikan songket Sambas dan tenun ikat asal Sintang dan tenun ikat Sidan dari Kapuas Hulu.

"Masing-masing finalis akan membawakan songket dan tenun dari daerahnya. Sekalian promosi juga," ungkap Hamdy.

Lanjutnya, selama masa karantina, selain mendapat berbagai materi pembekalan, para finalis akan belajar koreografi dengan bimbingan koreografer senior Ati Ganda dari Studio 26.

Serta nantinya kegiatan ini juga akan digelar pada hari Sabtu, 21 Desember 2019.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved