Bupati Atbah Launching Ekspor Produk Pertanian dan Perikanan Ke Malaysia
Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Atuk itu dilaksanakan sebagai salah satu tonggak awal
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, akan melepas lansung Ekspor Produk Pertanian dan Perikanan dengan tujuan ekspor Serawak, Malaysia, Rabu (18/12/2019).
Pada kesempatan itu, hadir Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah, Sekda Kabupaten Sambas Ferry Madagaskar, Kepala Kantor Bea dan Cukai Sintete Denny Prasetyanto, Kepala OPD di Pemkab Sambas dan para tamu undangan lainnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Atuk itu dilaksanakan sebagai salah satu tonggak awal pemanfaatan PLBN Aruk sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.
Ekspor Produk Ikan
Terkait dengan meningkatnya ekspor produk perikanan dari Kalbar ke Malaysia melalui PLBN Entikong dan kabupaten Sanggau satu diantara yang ekspor.
Anggota DPRD Sanggau, Ir Konggo Tjintalong Tjondro berharap agar Pemerintah menyiapkan program bagi para masyarakat yang bergerak di bidang budidaya ikan.
“Dan bahkan kalau bisa membangun tambak udang sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan kabupaten Sanggau, ” katanya, Rabu (7/11/2018).
Politisi Partai Golkar Sanggau itu menambahkan, untuk kabupaten Sanggau, dirinya belum bisa memastikan jumlahnya apalagi udang galah yang di dapat dari sungai kapuas masih bersifat musiman.
“Sepengetahuan saya belum ada tambak udang di Sanggau. jadi masih belum akurat datanya dan jumlahnya saya kira tidak dalam jumlah yang besar, kecuali ada tambak, ” ujarnya.
Baca: Semalaman Hujan, Pagi Ini Cuaca di Putussibau Mendung
Sebelumnya diberitakan, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong,Mas Wigrantoro Giri Pratikno menyampaikan, Jumlah ekspor produk perikanan dari Kalimantan Barat ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“BKIPM Entikong mencatat pada 2017 ekspor produk perikanan yang melewati PLBN Entikong sebanyak 600 ton dalam setahun. Sedangkan pada tahun 2018 ini, per September lalu saja ekspor produk perikanan mencapai 632 ton, ” katanya melalui rilisnya, kamrin.
Dikatakanya, ada enam Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang kami layani dan sampai sekarang sudah 942 sertifikat yang dikeluarkan sebagai kelengkapan dokumen ekspor ke Malaysia.
“Dengan komuditi yang mendominasi itu ikan laut segar, udang, cumi dan sebagainya, ” tuturnya.
Ia menjelaskan, 632 ton produk perikanan tersebut senilai Rp25,5 miliar dengan jumlah rata-rata ekspor perhari mencapai 10 ton. Dikatakan, nilai dan jumlah tersebut menunjukkan hasil perikanan di Kalimantan Barat cukup menjanjikan untuk mendongkrak perekonomian nelayan dan pelaku usaha sektor perikanan.
Sejauh ini, lanjutnya, permintaan produk perikanan Kalimantan Barat dari Malaysia cukup banyak. Berapapun produk perikanan yang dikirim ke Malaysia tidak pernah ditolak oleh importir disana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-sambas-atbah-romin-suhaili-crtghbjj.jpg)