Pernah Diterjang Longsor, Disdik Kayong Utara Upayakan Perbaikan SMPN 4 Karimata Lewat DAK 2021

Ismail mengatakan, ruangan yang rusak rencananya akan dibangun ulang di bawah area saat ini.

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/BPBD Kayong Utara
Longsor menghantam ruangan guru SMP Negeri 4 di Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata, Kamis (30/5/2019). 

KAYONG UTARA - Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Ismail akan mengupayakan perbaikan SMP Negeri 4 Kepulauan Karimata yang dihantam longsor melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021.

"Kami mengusahakan untuk DAK karena di Dapodik itu belum diubah, saya juga ndak tahu kenapa waktu kemarin ndak diubah. Kalau itu diubah rusak berat, mungkin DAK 2020 bisa masuk," kata Ismail di Sukadana, Senin (9/12/2019).

Ismail mengatakan, ruangan yang rusak rencananya akan dibangun ulang di bawah area saat ini.

Namun, dia belum dapat memastikan apakah yang akan dibangun ulang seluruh bangunan sekolah atau hanya mengganti ruangan yang rusak.

Hal itu, kata Ismail, tergantung luas tanah yang tersedia.

Sejak Dihantam Longsor Mei Lalu, Gedung SMPN 4 Karimata Belum Juga Diperbaiki

"Karena di pinggir laut tanah di sana ndak ada yang besar-besar dia, makanya kemarin itu (pembangunannya) lari ke atas untuk cari tanah yang besar," ujar Ismail.

Dihantam Longsor

Salah satu ruangan di gedung SMP Negeri 4 di Desa Betok Jaya, Kepulauan Karimata belum juga diperbaiki pasca dihantam longsor pada Kamis (30/5/2019) lalu.

Penjabat Kepala Desa Betok Jaya, Bustami mengungkapkan, dinding gedung sekolah tersebut masih jebol dihantam tanah.

Akibatnya, ruang guru tersebut tidak dapat digunakan lagi. Seluruh ruangan dipenuhi tanah.

Pihak sekolah pun terpaksa memindahkan aktivitas di ruangan itu ke ruangan lain.

"Kalau hujan lumpur, air bercampur tanah itu masuk ke dalam ruangan, karena dindingnya kata orang sini itu tebengkas," kata Bustami kepada Tribun, Senin (9/12/2019).
Bustami menilai posisi gedung sekolah tersebut memang rawan dihantam longsor.

Pasalnya, gedung dibangun persis di dekat tebing.

Selain itu, kata Bustami, tanah di sekitar sekolah itu pun labil.

"Jadi disamping dinding, disamping tembok itu tebing itu sama dengan tembok tingginya," ujar Bustami.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved