Traveler Indonesia Cheddy Dahlan Bangga Batu Monolith Terbesar di Dunia ada di Sintang
Semula, Cedi tidak menyangka, jika gunung batu terbesar di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
SINTANG - Cheddy Dahlan, traveler Indonesia merasa bangga diberi kesempatan bergabung dalam tim pendakian perdana pertama Via Ferrata di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam pada 3 Desember lalu.
Pecinta alam yang sudah pernah berkunjung ke Ayers Rock di Northern Territory, Australia, ini tergabung dalam 28 orang yang menjajal tangga Via Ferrata menggantikan tangga besi yang sudah berkarat.
Cedi—sapaan akrab Cheddy Dahlan—mengaku sangat takjub, dan terkesan dengan batu monolith (tunggal) terbesar di dunia yang ada di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Semula, Cedi tidak menyangka, jika gunung batu terbesar di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.
• Bupati Jarot Ingin Festival Gunung Kelam Masuk 100 Kalender Wisata Nasional
“Saya yakin kebanyakan orang Indonesia umumnya belum tahu keberadaan gunung monolith ini."
"Karena saya pun yang bisa dikategorikan sebagai pecinta alam khususnya di Indonesia belum tahu,” katanya kepada Tribun Pontianak, Senin (9/12/2019) melalui surel.
Cedi, termasuk satu di antara jutaan orang Indonesia yang belum tahu keberadaan batu monolith terbesar di dunia ada di Indonesia.
Selama ini, orang akan menyangka jika Ayers Rock di Northern Territory, Australia, yang paling besar.
Rupanya, Gunung Kelam yang ada di Kabupaten Sintang lah yang paling besar di dunia.
“Pertama kali melihat gunung Kelam pastinya dari internet beberapa tahun yang lalu, ketika saya ingin mencari informasi mengenai gunung monolith di dunia."
"Dan saya begitu kaget dan takjub ketika mendapatkan informasi bahwa salah satu monolith yg terbesar ada di Indonesia, khususnya di Sintang, Kalimantan Barat yaitu gunung Kelam."
"Satu lagi informasi yang saya dapatkan bahwa ada satu lagi gunung batu di Kalimantan Barat yaitu gunung Batu Daya,” kata lulusan lulusan Bachelor of Economic, Australian National University ini bangga.
Keikutsertaan Cedi dalam tim pendakian perdana Via Ferrata bermula dari informasi sahabatnya, Harley B Sastha, traveler Indonesia, juga penulis.
Jauh hari, dua pecinta alam ini sudah berencana untuk berkunjung ke Gunung Kelam.
“Tahun lalu kami pernah diskusi mengenai wacana untuk berkunjung ke Gunung Kelam. Mendadak dapat informasi ada pendakian sekaligus peremian."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cheddy-dahlah-traveler-indonesia-mendaki-gunung-kelam.jpg)