Kebakaran Kendawangan Tewaskan Balita, Ini Identitasnya

Yang saya lihat itu ruko tiga, rumah satu dan seorang balita anak dari Suratman dan Siti yang memiliki usaha gorden,

Kebakaran Kendawangan Tewaskan Balita, Ini Identitasnya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kejadian kebakaran yang mengakibatkan ludesnya 3 unit ruko dan satu buah rumah di Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Sabtu (07/12/2019) sekitar pukul 11.20 Wib turut memakan korban. 

 KETAPANG  - Kebakaran Ruko di Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (7/12/2019) sekitar pukul 10.30 WIB merenggut nyawa seorang berjenis kelamin laki-laki bernama Haris (3)

Haris merupakan anak bungsu dari pasangan Suratman dan Siti. Beruntung kedua anaknya yang lain berhasil menyelamatkan diri sehingga terhindar dari kebakaran.

Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi

Menurut warga setempat, Anto, kebakaran bermula dari api yang berasal dari ruko yang jualan gorden yang ditempati Suratman dan Siti beserta ketiga anaknya.

Saat kebakaran terjadi, suasana panik melanda seisi rumah.

Siti tidak sempat menyelamatkan Haris yang sedang tertidur pulas di dalam kamarnya. Anak bungsunya itu kemudian ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa akibat kebakaran.

Api berhasil dipadamkan dua jam kemudian, setelah warga berbondong-bondong ikut memadamkan dengan alat seadanya, dibantu mobil pengangkut air dari Damkar Karhutla milik BKSDA.

Selang beberapa saat, mobil bantuan dari unit Damkar PT WHW pun datang membantu memadamkan titik titik api yang tersisa. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan tiga kios tersebut.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Disperindagnaker Gelar Pasar Murah 

Saat dikonfirmasi, Kades Banjarsari, Didik Radianto, membenarkan terjadinya kebakaran ruko di desanya.

"Yang saya lihat itu ruko tiga, rumah satu dan seorang balita anak dari Suratman dan Siti yang memiliki usaha gorden," kata Didik.

Menurut Didik, pada saat kejadian korban sedang tidur di dalam ayunan. Karena panik akibat rukonya terbakar, ibu korban langsung pergi keluar rumah untuk mengemaskan barang-barang.

"Anaknya tidur di ayunan, terus pas kebakaran itu ibunya keluar mengemaskan barang-barang. Lupa sama anaknya gitu loh," lanjutnya.

Balita yang jadi korban itu telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Sukun, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Sabtu sore.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved