Launching Penerbit Buku PGRI Provinsi Kalbar Lahirkan 19 Penulis

Penerbit ini hadir dalam warna berbeda yaitu melatih guru untuk menulis, Menerbitkan buku ISBN dan mengabadikan karya buku.

TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Foto bersama Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji saat menghadiri acara Konferensi Provinsi PGRI Kalbar, di Hotel Mahkota Pontianak, Jumat (6/12/2019). 

PONTIANAK - Telah hadir Penerbit Buku PGRI Provinsi Kalimantan barat yang di launching di Hotel Mahkota Pontianak, Jumat (6/12/2019).

Penerbit ini hadir dalam upaya meningkatkan kemampuan guru untuk menulis Buku.

Penerbit buku Provinsi Kalbar ini dipelopori oleh Rahmat Putra Yudha selaku Ketua Penerbit PGRI,, Herwulan Irine Purnama sebagai Sekretaris dan Arsyi Mirdanda sebagai wakil sekretaris.

Penerbit ini hadir dalam warna berbeda yaitu melatih guru untuk menulis, Menerbitkan buku ISBN dan mengabadikan karya buku di perpustakaan PGRI sebagai Bank Buku.

Balai Bahasa Kalbar Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia dalam Penulisan Surat Dinas Pemerintahan.

Serta penerbit menyediakan layanan online untuk penulis menjual bukunya ke seluruh penjuru tanah air.

Dalam launching perdana Penerbit Buku PGRI Provinsi kalbar mendapat apresiasi oleh Gubernur Kalimantan Barat dalam bentuk pembelian 100 Eksemplar untuk tiap buku cetakan Penerbit PGRI Provinsi Kalbar.

"Buku tersebut akan di sebar dan di pajang di Taman Baca di seluruh Kalbar," ujar Putra Yudha.

Lakukan Inovasi Pembelajaran

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menghadiri acara Konferensi PGRI Provinsi Kalbar dan ajak seluruh PGRI Kalbar untuk terus lakukan inovasi dalam pembelajaran .

Acara konferensi PGRI Kalbar di gelar Hotel Mahkota Pontianak , Jumat (6/12/2019).

Sutarmidji mengapresiasi 19 guru yang telah menjadi penulis buku dari guru PGRI Kalbar.

"Tadi saya suruh Diknas beli masing- masing 100 exsemplar. Judulnya bagus berarti bukunya bagus ," ujarnya.

Ia mengatakan pada perayaan hari PGRI Ke-74 tahun, dirinya mengajak seluruh jajaran PGRI khususnya di Kalbar untuk terus melakukan inovasi dalam belajar mengajar agar anak-anak bisa mengikuti perkembangan masa.

"Kemudian saya minta para guru selalu peduli dengan murid dan perhatikan anak-anak yang punya prestasi tapi tidak dari keluarga mampu."

"Sayang kalau punya SDM yang baik tapi tidak peduli susahnya dia dalam menempuh pendidikan," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved