Serapan Gabah di Desa Mengkiang Capai 13 Ton

Untuk harganya sesuai Perpres nomot 5 tahun 2015, harga Pemerintah yaitu Rp3.700/kg.

Serapan Gabah di Desa Mengkiang Capai 13 Ton
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Dishanpang Hortikan
Kadishanpang Hortikan Sanggau, H John Hendri foto bersama saat serapan gabah di di Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/12/2019). 

 SANGGAU - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H John Hendri bersama Pasiter Kodim 1204/Sanggau, Kapten Inf Eko Prasetyo Widodo, dan Kepala Kantor Seksi Logitik Sanggau, Basiman melaksanakan kegiatan serapan gabah (Sergab) di Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/12/2019).

Hadir juga Kepala Desa Mengkiang, Perwakilan dari Kecamatan Kapuas, Babinkamtibmas Polsek Kapuas beserta petani.

Sergap di Desa Mengkiang, Kecamatan Kapuas mencapai 13 ton gabah kering.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H John Hendri menyampaikan, serapan gabah di Desa Mengkiang mencapai 13 ton dan total serapan gabah di Kabupaten Sanggau hingga saat ini sebanyak 700 ton gabah kering.

KRONOLOGI Kepala Sekolah Tewas Telanjang di Mobil, Penyebab Kematian hingga Teman Wanita Kabur

BREAKING NEWS - Lintasan Jembatan Landak Mulai Diperbaiki, Pengendara Diimbau Hati-hati

"Untuk harganya sesuai Perpres nomot 5 tahun 2015, harga Pemerintah yaitu Rp3.700/kg. Dan
700 ton gabah jika dijadikan beras sekitar 350 ton, "katanya, Jumat (6/12/2019).

 Berdampak Positif bagi Petani

Sekretaris Komisi II DPRD Sanggau, Yuvenalis Krismono  menyampaikan, Dengan adanya program serapan gabah, tentunya petani merasa terbantu.

Sehingga mereka tidak ada keraguan kemana akan menjual hasil panen selama satu tahun.

“Program ini cukup baik, namun kita berharap agar program ini tidak hanya musiman. tapi berkelanjutan dan bisa merata disetiap daerah wilayah administrator kabupaten Sanggau, sehingga petani kita yang ada bisa terpacu atau termotivasi, ” kata Yuvenalis Krismono, Jumat (6/12/2019).

Karena, lanjut Politisi Partai Nasdem Sanggau itu, melihat teman-teman mereka di daerah lain sudah maju dan ada hasilnya dari bertani ini.

BREAKING NEWS - Lintasan Jembatan Landak Mulai Diperbaiki, Pengendara Diimbau Hati-hati

“Selama ini kan yang menjadi Kendala masyarakat kita kenapa mereka kurang yakin memilih profesi jadi petani, karena memang kepastian akan hidup layak itu jauh, karena hasil panennya tidak tau mau dijual kemana,” jelas Yuvenalis Krismono.

Tapi sekarang dengan adanya program serapan gabah ini pertanian kita cukup terbantu.

“Kita apresiasi dengan Bulog bersma Dishanpang Hortikan dan Kodim 1204/Sanggau yang telah melakukan langkah-langkah yang stategis seperti ini,”jelasnya.

Kedepan, Mono sapaan akrabnya, mendorong agar Dinas Pertanian bersama Bulog, tidak hanya membeli gabah petani tetapi bagaimana kedepannya petani kita bisa dibantu dengan modal dasar mereka dalam mengelola lahannya sehingga ada kesinambungan program ini kedepannya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved