Pelajar Pontianak Peserta Program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study, Rayakan Thanksgiving di AS

Pelajar SMAN 4 Pontianak lolos program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) di Amerika Serikat. Yunita Erniazan, menceritakan pengalamannya

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
US Embassy Jakarta-Press Office
HOST FAMILY - Yunita Erniazan, siswa SMAN 4 Pontianak beserta host family di Minnesota, AS. 

Lolos Program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study, Pelajar Pontianak Rayakan Thanksgiving di AS

MINNESOTA - Pelajar SMAN 4 Pontianak lolos program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) di Amerika Serikat. Yunita Erniazan, menceritakan pengalaman pertama kali merayakan Thanksgiving di Negeri Paman Sam.

Saat ini Yunita Erniazan tinggal di Amerika Serikat tepatnya di negara bagian Minnesota. Ia sebagai murid pertukaran pelajar dengan program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) yang di sponsori oleh pemerintah AS.

“Saat ini saya sudah memasuki bulan keempat berada di Amerika setelah tiba pada bulan Agustus yang lalu. Saya tinggal bersama host family atau keluarga angkat yang terdiri dari ayah dan ibu angkat serta tiga saudara laki-laki,” kata Yunita Erniazan kepada Tribun Pontianak.

Yunita melanjutkan, namun tiga saudara tersebut sudah tidak tinggal di rumah orangtua mereka. Mereka bertiga telah bekerja dan menetap di rumah pribadi masing-masing. “Menjadi bagian dari anggota keluarga di Amerika memberikan saya kesempatan untuk merasakan berbagai perayaan dan tradisi yang ada di Amerika,” ujar Yunita Erniajan.

Dikatakan, satu di antara perayaan tahunan yang ada di Amerika adalah Thanksgiving. Perayaan Thanksgiving sendiri berawal dari suku Indian yang mengadakan pesta untuk merayakan hasil panen. Pada tahun 1789, Thanksgiving ditetapkan secara nasional oleh Presiden George Washington dengan tujuan menganjurkan warga Amerika Serikat untuk berdoa dan mengucapkan syukur dan terima kasih atas kelimpahan rezeki dan kebaikan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Diungkapkan Yunita Erniazan, Thanksgiving tahun ini jatuh pada 28 November 2019 di Amerika Serikat. “Uniknya, di keluarga angkat saya, kami merayakan dua kali Thanksgiving. Pengalaman Thanksgiving pertama saya adalah pada 14 Oktober, karena ibu angkat saya adalah seorang yang berasal dari Kanada yang telah pindah ke Amerika cukup lama,” katanya.

Yunita Erniajan melanjutkan, “Berbeda dengan Amerika, orang Kanada memiliki waktu Thanksgiving yang lebih cepat yaitu pada 14 Oktober. Sedangkan, ayah angkat saya adalah seorang warga Negara Amerika yang merayakan Thanksgiving pada 28 November. Itulah yang menyebabkan di keluarga ini memiliki 2 kali Thanksgiving.”

Yunita Erniajan mengungkapkan, tahun ini baik untuk Canadian Thanksgiving ataupun American Thanksgiving host family berkesempatan sebagai tuan rumah dari acara tersebut. Mereka mengundang sanak keluarga untuk datang dan menyantap hidangan Thanksgiving bersama.

“Keluarga besar datang dan berkumpul pada pukul 1 siang, dengan tradisi setiap keluarga yang datang diharuskan membawa setidaknya satu jenis hidangan makanan yang bisa kami makan bersama. Setidaknya ada sekitar 20 orang yang datang dan merayakan Thanksgiving bersama di rumah kami,” kata dia.

Yunita Erniajan mengungkapkan pengalamannya, ayam kalkun adalah salah satu hal yang paling ikonik mengenai Thanksgiving. Hal ini membuat banyak dekorasi sekitar pekarangan rumah atau di pusat perbelanjaan kerap kali dihiasi dengan hal-hal yang berhubungan dengan ayam kalkun.

“Ayam kalkun untuk hidangan Thanksgiving dilengkapi dengan isian roti yang telah dikeringkan dan diolah sedemikian rupa yang biasanya disebut stuffing. Kemudian, kalkun dipanggang dan dipotong-potong untuk memudahkan kita memakannya,” katanya.

Ia melanjutkan, hidangan tersebut disertai dengan mashed potato, yaitu kentang yang telah dihaluskan dan dimakan bersama dengan kalkun. “Kami juga menikmati hidangan penutup yang beragam mulai dari pumpkin pie, cookie, apple pie, nanaimo bars dan banyak lagi dikarenakan kebanyakan orang yang datang membawa hidangan penutup,” kata dia.

Tradisi lain yang selalu dilakukan ketika Thanksgiving adalah membuat kartu ucapan yang berisi hal-hal yang yang kita syukuri ataupun ucapan terima kasih kepada orang lain. “Kemudian, kami juga saling berbagi cerita tentang hal-hal yang kita syukuri kepada satu sama lain. Tidak hanya itu, sebelum menyantap hidangan Thanksgiving, kami membuat lingkaran dengan berpegangan tangan melingkari sajian Thanksgiving. Kemudian ayah angkat saya menceritakan sejarah Thanksgiving secara singkat dan setelah itu setiap orang akan menyebutkan satu hal yang kami syukuri kemudian berdoa bersama dan siap menyantap hidangan Thanksgiving,” ujar Yunita.

Dikatakan, bahagia dan bersyukur adalah perasaan yang dirasakan setelah merayakan Thanksgiving bersama keluarga angkat. Secara tidak langsung dengan adanya Thanksgiving juga mendekatkan orang dengan anggota keluarga yang sebelumnya jarang bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved