Kapolres Sambas Dijadwalkan Jadi Pembicara Konferensi Perubahan Iklim di Madrid Spanyol

Kapolda di undang ke Spanyol untuk menjadi pembicara tentang edukasi kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dilahan gambut

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra, Senin (21/10/2019). 

SAMBAS - Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan pada bulan Desember ini, ia akan menjadi pembicara pada kegiatan Konferensi Perubahan Iklim di Madrid, yang dilaksanakan oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).

"Pada bulan Desember nanti, kebetulan Kapolres Sambas akan mewakili bapak Kapolda sebagai pembicara di Konferensi Perubahan Iklim di Madrid. Pada tanggal 9 Desember," ujarnya, Senin (2/11/2019).

Ia mengungkapkan, Kapolda di undang ke Spanyol untuk menjadi pembicara tentang edukasi kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dilahan gambut.

"Ini syukur Alhamdulillah karena Polres Sambas sejak 2018, melaksanakan kerjasama dengan Badan Restorasi Gambut untuk mengolah lahan gambut dengan cara tidak membakar," katanya.

Kapolres Sambas Turunkan Personel Pantau Kondisi Banjir Desa Bukit Segoler

Akan tetapi kata Kapolres, masyarakat yang ada atau tinggal dan bercocok tanam di lahan gambut di ajarkan untuk membuka lahan dengan cara yang lain.

"Degan menggunakan formula yang di ajarkan oleh BRG yaitu formula embio F1. Itu semacam pupuk yang di olah dari nanas, di campur tepung tapioka dan kotoran ayam. Sehingga pupuk ini bermanfaat bagi lahan gambut pada saat akan ditanam," ungkapnya.

Ia menuturkan, caranya sangat mudah.

Setelah di olah, pupuk tersebut bisa langsung di siram ke lokasi yang hendak digunakan untuk bercocok tanam.

"Dengan cara lahan di tebas, kemudian di berikan pupuk setiap pagi dan sore. Dengan begitu kesuburannya akan terangsang, dan Masyarakat sudah bisa menanam dengan tanpa membakar," katanya.

"Hal ini sudah berhasil kita lakukan di beberapa tempat, Seperti di Desa Tri Mandayan, Jawai, saja dan Selakau serta beberapa Kecamatan lainnya," ungkap Kapolres.

Ia menuturkan, untuk setiap liter pupuk Embio F1 yang dibuat oleh Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Itu bisa digunakan untuk mengolah lahan sebanyak satu hektare.

"Kalau untuk pengolahan atau pembuatan pupuknya satu hari jadi, setelah itu di permentasikan, dengan hasil satu liter bisa digunakan untuk satu hektare," jelasnya.

Karenanya, ia selaku Kapolres telah memerintahkan kepada seluruh anggota dan jajaran untuk tetap mengajarkan dan menyampaikan kepada masyarakat Sambas terkait metode pengolahan lahan gambut dengan tidak di bakar.

"Ini tetap akan kita viewskan kepada Babinkamtibmas kami, kepada kepala Desa. Dan kita juga sudah laporkan ke bapak Bupati, mudah-mudahan ini menjadi skala prioritas kedepan untuk Sambas," beber mantan Kapolres Bengkayang itu.

"Sehingga masyarakat yang arealnya merupakan lahan gambut, ia bercocok tanam tidak lagi dengan cara membakar," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved