Wujudkan Desa Zero Kekerasan, Musa: Perlu Dukungan Berbagai Pihak

Kita tidak perlu retorika, bahkan berbagai alasan lagi. Kita harus bergerak nyata agar sasarannya tepat di setiap desa di Kubu Raya

Wujudkan Desa Zero Kekerasan, Musa: Perlu Dukungan Berbagai Pihak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SEPTI DWISABRINA
Kapala Desa (Kades) Parit Baru, Musa (pertama di sebelah kanan) bersama Bupati Kubu Raya dan Organisasi Wanita Kalimantan Barat, Sabtu (31/11/2019) 

KUBU RAYA - Kapala Desa (Kades) Parit Baru, Musa mengatakan dalam mewujudkan desa zero kekerasan terhadap perempuan dan anak harus didukung dari berbagai pihak.

"Ada aksi nyata yang dilakukan. Setelah ini kami dari Desa Parit Baru akan membentuk pokja sebagai pioner dalam hak pelopor dan pelapor dalam menekan kasus kekerasan perempuan dan anak," ujarnya, Sabtu (31/11/2019).

Ia pun menegaskan, pihaknya menjadi garda terdepan guna mengatasi kasus kekerasan yang terjadi di Desa Parit Baru sebelum sampai di Dinas maupun pihak berwenang.

GP Ansor Wisata Religi Ke Makam Raja Sanggau di Mengkiang

"Tentunya komitmen ini, mudah-mudahan dapat segera kami buat peraturan desanya. Kami pun berharap Bupati Kubu Raya dapat mengeluarkan aturan tersebut agar semua desa di Kubu Raya dapat bergerak mencegah kasus kekerasan di desanya," ungkap Musa.

Ia pun berharap semua desa di Kubu Raya nantinya dapat bergerak secara masif agar kasus kekerasan yang sejatinya meningkat di Kubu Raya, dikarenakan korban telah berani melaporkannya.

"Kita tidak perlu retorika, bahkan berbagai alasan lagi. Kita harus bergerak nyata agar sasarannya tepat di setiap desa di Kubu Raya," tutup Musa.

Tekan Kasus Kekerasan

Ketua Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan  mengungkapkan aksi yang dilakukan guna mencegah hingga menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kubu Raya tentunya perlu dilakukan secara masif.

Mahasiswa Untan Jelaskan Global Warming Alert, Taris Paparkan Hal Ini

"Tentunya, harus terus kita kampanyekan bersama. Karena, ini berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) dan akan terus kita sosialisasikan kepada masyarakat luas," tuturnya, Sabtu (31/11/2019).

Istri orang nomor satu di Kubu Raya itu mengatakan kekerasan di Kubu Rayamenduduki peringkat tertinggi. Menurutnya, hal demikian adalah bukti adanya keberanian untuk bertindak agar kekerasan dapat dicegah dan di atasi.

"Ini adalah keberanian untuk mengadu,jadi mereka yang alami kekerasan dapat segera menyampaikan kepada pihak terkait. Sehingga ini menjadi perhatian kita semua, bagaimana kekerasan ini dapat kita tekan hingga zero kekerasan," tegasnya.

Ketua Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan
Ketua Penggerak PKK Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan

Menurutnya, kasus kekerasan ini seringkali terjadi melibatkan orang terdekat di lingkungannya bahkan ditempat-tempat yang sulit diakses. Sehingga, kiranya perlu adanya perhatian khusus.

Rosalina pun berharap, ke depannya bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan lainnya akan saling bersinergi melalui gerakan masif bersama masyarakat Kubu Raya.

"Kampanye ini akan kita lakukan di bulan Desember, mudah-mudahan ini dapat tersampaikan baik di kota maupun desa," jelasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved