Lirik Potensi Danau Senyabang, BI Inisiasi Jadi Objek Wisata hingga Budidaya Nila
Saya tidak mau dengar lagi sampai tiga kali (gagal).Kita harus berterima kasih dengan Bank Indonesia yang memberikan bantuan. Saya akan datang lagi
SANGGAU - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada empat Gapoktan di Sanggau. Penyerahan ini diserahkan langsung oleh BI bersama Bupati Sanggau Paolus Hadi di Danau Senyabang Desa Senyabang Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau, Jumat (29/11/2019)
• HASIL Bola Sea Games Malaysia vs Filipina - Tumbang, Malaysia Terancam Gagal ke Semifinal
• Dsikomifo Data TV Kabel di Mempawah, Ini Tujuannya
Poktan Tunas Harapan menjadi satu di antara penerima bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sub tema peningkatan kapasitas ekonomi ini. Adapun bantuan yang diterima adalah 20.000 benih ikan nila yang akan dibudidayakan di kerambah yang berada di Danau Senyabang.
Paolus Hadi mengingatkan poktan menjaga bantuan tersebut. Oleh karena di Senyabang ini sudah dua kali mendapatkan bantuan serupa dari pemerintah namun selalu gagal. Orang nomor satu di Kabupaten Sanggau ini mengkritik ketidak kompakan kelompok sebelumnya dalam mengelola bantuan sehingga menjadi program gagal.
"Saya tidak mau dengar lagi sampai tiga kali (gagal). Ini kita harus berterima kasih dengan Bank Indonesia yang memberikan bantuan. Saya akan datang ke sini lagi kalau di sini berhasil," ucapnya.
Bupati yang akarab disapa PH ini turut memuji wajah baru Danau Senyabang yang telah berubah menjadi spot wisata yang tengah viral. Sebelumnya 100 mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) merenovasi bangunan di Danau Senyabang sehingga sekarang menjadi tempat wisata yang bisa disinggahi.
Dia berharap dengan budidaya kerambah ikan nila ini menjadi cikal bakal untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sanggau. Hal ini mengingat saat ini konsumsi ikan di Kabupaten Sanggau hanya 25 kg per tahun per kepala.
"Sehingga potensi stunting atau lahir kurang gizi sangat tinggi di Sanggau. Saya harap agar orang Sanggau mau makan ikan. Senyabang harus bangkit dari kepahitan karena pernah gagal mengelola. Jadi Yang penting kompak, nanti semua orang bisa makan ikan dengan harga terjangkau," ujarnya.
Manager Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Bank Indonesia Kalbar Djoko Juniwarto mengatakan melihat potensi yang besar di Senyabang karena memiliki danau yang bagus untuk objek wisata. Dengan memberdayakan gapoktan di Senyabang khususnya Poktan Tunas Harapan maka ada nilai tambah juga yang bisa mereka dapatkan yakni dari hasil budidaya nila.
“BI memprediksikan satu keramba bisa menghasilkan Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Nah, yang BI inginkan kalau sudah ada hasilnya, anggota Gapoktan bisa melakukan perputaran uang yang sudah dihasilkan, selain bisa dinikmati hasilnya, mereka bisa mengembangkan lagi. Misalkan di tempat ini nanti ada kano, atua transportasi lainnya bahkan jadi spot mancing,” ujarnya.
Dia menuturkan pasca revitalisasi Danau Senyabang yang dilakukan GenBI dengan dukungan Bank Indonesia, perubahan sangat tampak.
“Dulu ini hanya bangunan yang tidak dipakai. Setelah dihias sedemikian rupa, sekarang orang yang datang singgah ke Danau Senyabang sangat ramai. Ini ke depannya harus diperbanyak lagi, tidak sekedar orang datang untuk foto, tapi bisa memancing. Kalau perlu nanti danau dikeringkan kita undang wisatawan asing untuk tangkap ikan di danau,” jelas Djoko.
Dia mengaku optimistis dengan kepengurusan Gapoktan yang baru dan berisikan para anak muda. Oleh karena pemikiran dan ide kreatif bisa mereka munculkan.
Kekhawatiran gagal seperti yang lalu, ditepisnya. “Ini isinya anak muda dengan pengelolaan yang transparan. Saya yakin ini akan maju dan berkembang,” pungkasnya.
• Polisi Ungkap Penyebab Mobil Terbakar di Bundaran Jalan Ateri Supadio
• Peolehan Sementara, Kontingen Tinju Kubu Raya Raih 3 Perunggu Kejurda
Pembina Poktan Tunas Harapan Deni mengaku bersyukur Poktan mereka mendapatkan bantuan tersebut. Apalagi keramba yang akan dijadikan tempat ikan nila terletak di Danau Senyabang yang kini telah disulap menjadi spot objek wisata Desa Senyabang.
"Kami sangat senang bisa menerima bantuan dari Bank Indonesia ini dengan harapan bisa lebih berkembang. Apalagi melihat prospek produksi perikanan yang bagus di Senyabang bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.