Adrianus: Guru Honorer Digaji bawah UMR tak Manusiawi
Saya menyampaikan bahwa guru-guru honorer digaji jauh di bawah UMR dan itu sangat tidak manusiawi
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Jamadin
PONTIANAK - Anggota DPR RI, Adrianus Asia Sidot menyarankan agar pemerintah perlu membuat kebijakan terkait honor guru honorer yang bergaji jauh dari bawah UMR, tetapi kebijakan itu tetap harus memenuhi syarat - syarat pokok guru
Adrianus Asia Sidot menuturkan, dirinya telah menyampaikan hal ini ketika mengikuti rapat dengar pendapat dengan Mendikbud.
"Saya menyampaikan bahwa guru-guru honorer digaji jauh di bawah UMR dan itu sangat tidak manusiawi," terang Adrianus Asia Sidot, Kamis (28/11/2019)
Mantan Bupati Landak dua periode ini mengatakan dirinya tahu benar bahwa dibanding dengan guru-guru yang berstatus PNS atau ASN, guru-guru honorer melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab, lebih rajin dan lebih disiplin dibanding dengan guru-guru PNS atau ASN.
• Yusran: Peraturan PNS Berbasis Manajemen
" Keberadaan mereka sangat membantu penyelenggaraan proses belajar mengajar terutama di daerah-daerah terpencil dimana guru PNS rata-rata hanya 1-3 orang di setiap sekolah," ungkap legislator Partai Golkar ini.
Menyimak peran guru-guru honor yang besar, pemerintah perlu membuat kebijakan tanpa meninggalkan syarat-syarat pokok sebagai guru. Jika kompetensi mereka tidak memenuhi syarat maka pemerintah berkewajiban meningkatkan dan menyesuaikan kompetensi yang diperlukan.
Ia juga menyarankan untuk Dalam hal penggajian, pemerintah/pemerintah daerah wajib memperhatikan kesejahteraan mereka minimal setara dengan UMR yang berlaku.
Namun, Adrianus juga menuturkan Di sisi lain memang sangat diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai pembatasan dan pengaturan agar jumlah guru-guru honor tidak membengkak dan membebani anggaran.
"Pokoknya keberpihakan pemerintah dan/atau pemerintah daerah kepada mereka diperlukan sebagaimana keberadaan dan peran mereka juga sangat diperlukan dalam pembangunan SDM khususnya di daerah-daerah terpencil," jelas Adrianus Asia Sidot.
"Di perlukannya suatu Formulasi dengan kebijakan perlu dirumuskan dgn tepat melalui kajian yang komprehensif," tegasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dpr-ri-dr-adrianus-asia-sidot.jpg)