Peringati Hari Guru, Gubernur Sutarmidji Minta PGRI Bantu Peningkatan Kualitas Guru
Ia berharap pada hari ulang tahun PGRI kedepan bisa tampil menjadi organisasi guru yang bisa memberikan masukan untuk peningkatan kualitas guru.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Pada peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November selaku Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan atas nama pemerintah Provinsi Kalbar mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh guru yang ada di Kalbar dan Indonesia.
Ia berharap pada hari ulang tahun PGRI kedepan bisa tampil menjadi organisasi guru yang bisa memberikan masukan untuk peningkatan kualitas guru.
"Karena sekarang guru saya rasa kita tidak akan kekurangan karena akan banyak mata pelajaran yang dihilangkan."
"Contoh pelajaran bahasa Inggris ditingkat SMP ,SMA sudah tidak ada lagi kedepan. Sehingga guru bahasa Inggris itu paling banyak mau di alihkan kemana," ujarnya.
• Upacara HUT ke-74 PGRI, Bupati Kapuas Hulu Minta Guru Tingkatkan Kualitas Proses Belajar-mengajar
Kemudian mata pelajaran yang selama ini ada ada bebera yang sudah tidak lagi ada. Kalau SMA ada 5 sampai 6 pelajaran.
Sehingga keahlian saja yang dilakukan. Ia katakan saat ini masih nunggu kebijakan pusat tapi yang jelas dirinya mengajak seluruh guru untuk tingkatkan SDM di Kalbar .
Kedepan ia katakan Pemprov Kalbar punya program untuk penyetaraan paket A dan C dalam rangka mencapai IPM dan nantibya akan banyak guru yang di minta untuk menjadi tutor.
Digaji Rp 85 Ribu
Peringatan Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November 2019.
Momen peringatan Hari Guru Nasional tidak hanya dimaknai menyanyikan lagu Hymne Guru atau sekedar ucapan.
Ucapan 'Selamat Hari Guru' ramai ditujukan untuk para guru sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasinya.
Di balik itu masih banyak kisah-kisah haru perjuangan guru demi memberikan pendidikan kepada muridnya.
Diana Indrawati adalah guru kelas III SDN 174/V Intan Jaya, Muara Papalik, Jambi.
Ia mengajar di sekolah yang berada di pedesaan transmigrasi.
Awalnya, Diana memiliki kendala mengenai siswanya yang sudah bisa membaca tetapi tidak mampu memahami apa yang sudah mereka baca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sutarmidji-pemateri-di-jalarta.jpg)