Gubernur Sutarmidji Minta Pelayanan di RSUD Soedarso Jangan Ketus Hadapi Pasien

Kalau ada perawat yang masih ketus-ketus itu sampaikan ke saya dan dia harus keluar dari RSUD Soedarso.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Humas Pemprov Kalbar
Foto bersama Gubernur Kalbar dengan para jajaran RSUD Soedarso saat peringatan hari ulang tahun RSUD Sudarso yang diselenggarakan di halaman RSUD Sudarso, Minggu (24/11/2019). 

"Banyak warga kita dari daerah mungkin mereka kurang informasi sehingga, mengeluh tentang pelayanan BPJS Kesehatan. Udah datang dari jauh, kemudian di sini bolak-balik ngurusnya, satu hari satu dokter, one day one poli," katanya.

"Saya sebagai wakil rakyat tentunya menyuarakan, saya tau ini kebijakan pusat tapi kitakan bisa saja menyampaikan keluhan ini, dan saya rasa BPJS harus banyak berbenah, apalagi dengan kenaikan iuran tentu pelayanannya juga lebih baik, yang namanya pasien harus cepat ditangani."

"Kenapa kita harus menghabiskan tiga hari jika bisa diselesaikan satu hari, toh perintah Pak Jokowi jugakan untuk disederhanakan, intinya jangan berbelit-belit," timpal adik Bupati Landak Karolin Margret Natasa ini.

Saat datang ke rumah sakit Pemprov Kalbar ini, Angeline langsung menuju ke ruang Poli Bedah di lantai dua dan disambut oleh keluarga pasien dan sapaan dari sejumlah petugas rumah sakit.

Ia pun mencoba bertanya ke petugas rumah sakit untuk mengetahui perihal prosedur pelayanan peserta BPJS Kesehatan.

"Saya tanyakan ke petugas di poli, mereka sepertinya kurang memahami prosedur pelayanan BPJS Kesehatan dari sisi manajemen. Intinya, pasien yang sudah melalui prosedur dan masuk ke poli, itulah yang akan dilayani," tiru politisi PDI Perjuangan ini.

Setelah itu, ia pun diarahkan ke bagian informasi di lantai dasar.

Namun Angeline tidak memperoleh jawaban yang memuaskan dan diarahkan oleh petugas informasi untuk bertanya langsung ke perwakilan BPJS Kesehatan yang ada di loket.

Dengan langkah cepat, peraih suara terbanyak DPRD Kalbar ini pun meminta keterangan dari petugas yang berada di loket BPJS Kesehatan.

Dua orang berpakaian batik di loket Pelayanan Penerbitan Jaminan Rawat Inap dan Keluhan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan ini pun tak bisa berkomentar banyak karena bukan dari pihak perwakilan BPJS melainkan masih karyawan di Rumah Sakit.

"Kami petugas rumah sakit yang diperbantukan di unit layanan rawat inap, bukan dari BPJS Kesehatan Bu," ucap satu diantara karyawan tersebut.

Setelah hampir satu jam berada di di rumah sakit yang akan dibangun 12 lantai tersebut, Angeline akhirnya bertemu dengan Direktur RSUD Soedarso drg. Yuliastuti Saripawan.

Dari sang Direkturlah akhirnya penjelasan detail tentang proses klaim asuransi sampai dengan teknis perawatan pasien BPJS Kesehatan diperoleh dengan gamblang.

Maka dari itu, Angeline menilai perlu ada perbaikan menyeluruh dari layanan BPJS Kesehatan sehingga kenaikan iuran sebanding dengan manfaat dan layanan yang dirasakan.

"Ini menurut saya harus kita kaji lagi bagaimana caranya, saya tau ini kebijakan dari pusat, ini perlu dibicarakan lebih lanjut," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved