Pengamat Harap Pola Sosialisasi Empat Pilar Mesti Diubah

Seharusnya jika suatu program nasional harusnya ditempelkan dengan program pendidikan dan sosial masyarakat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
DR. H, Martoyo, MA (sebelah kiri menggunakan batik bermotif) melakukan salam bersama dengan dua dosen lainnya setelah resmi menjadi Dekan FISIP Untan Pontianak dalam Rapat Senat FISIP Untan yang dilaksanakan pada Senin (23/07/2018), DR. H, Martoyo, MA terpilih setelah mendapatkan suara terbanyak yakni 14 suara. 

News Analysis
Pengamat FISIP Untan
DR. Martoyo, MA

PONTIANAK - Pengamat FISIP Untan, DR. Martoyo, MA berharap agar sosialisasi empat pilar DPR-DPD RI tak hanya jadi ajang anjangsana.

Berikut penuturan Dekan FISIP Untan ini.

Sosialisasi empat pilar ini suatu hal yang harus dilakukan.

Namun jika itu sebuah monopoli dari intrik-intrik MPR ya polanya seperti itu, jadi anjangsana aja.

Tanamkan Ideologi Indonesia Dengan Sosialisasi Empat Pilar

Seharusnya jika suatu program nasional harusnya ditempelkan dengan program pendidikan dan sosial masyarakat.

Termasuk ormas, OKP yang diberikan kewenangan sehingga menyebar di seluruh pelosok komponen bangsa.

Empat pilar itu penting karena merupakan jati diri bangsa, empat pilar bukan hanya disosialisasikan namun juga bagaimana terpatri dalam seluruh insan Indonesia sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Acaranya seperti apa, ya mungkin polanya diubah, bukan hanya sosialisasi kemudian selesai.

Akhirnya saat kebutuhan nasional berkaitan kerekatan NKRI dalam jari diri bangsa karena pemilu misalnya terjadi polarisasi.

Seharusnya pelaksana dari sosialisasi empat pilar tersebut lembaga pendidikan, sosial masyarakat, ormas dan sebagainya.

Sehingga yang kemudian didorong oleh wakil rakyat. Termasuk anggaran juga telah dialihkan pada lembaga terkait.

Sehingga bisa dilakukan dari SD hingga SMA bahkan juga sampai dengan perguruan tinggi.

Dengan begitu saya yakin akan terpatri pada masysrakat.

Pokoknya kalau polanya tetap seperti kemarin-kemarin atau sekarang ya maka hanya akan jadi arena anjangsana.

Padahal untuk menemui konstituen ada anggaran juga tersendiri, dan menjadi tidak maksimal. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved